TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak bacaan injil Katolik Jumat 27 Maret 2026.
Bacaan injil katolik lengkap renungan harian Katolik.
Jumat 27 Maret 2026 merupakan hari Jumat pekan V Prapaskah, Santo Rupertus, Uskup dan Pengaku Iman, Nikodemus, Pengajar Israel, Santa Lucy Filipini, Pengaku Iman, dengan warna liturgi ungu.
Adapun bacaan liturgi katolik hari Jumat 27 Maret 2026 adalah sebagai berikut:
Baca juga: Teks Misa Minggu Palma 29 Maret 2026 Lengkap Renungan Harian Katolik
"Tuhan menyertai aku seperti pahlawan yang gagah."
Aku telah mendengar bisikan banyak orang, “Kegentaran datang dari segala jurusan! Adukanlah dia! Mari kita mengadukan dia!” Semua sahabat karibku mengintai apakah aku tersandung jatuh.
Kata mereka, “Barangkali ia membiarkan dirinya dibujuk, sehingga kita dapat mengalahkan dia dan dapat melakukan pembalasan kita terhadap dia!”
Tetapi Tuhan menyertai aku seperti pahlawan yang gagah, sebab itu orang-orang yang mengejar aku tersandung jatuh, dan mereka tidak dapat berbuat apa-apa.
Mereka akan menjadi malu sekali, sebab mereka tidak berhasil; suatu noda yang selama-lamanya tidak akan terlupakan!
Ya Tuhan semesta alam, yang menguji orang benar, yang melihat batin dan hati, biarlah aku melihat pembalasan-Mu terhadap mereka, sebab kepada-Mulah kuserahkan perkaraku.
Menyanyilah untuk Tuhan, pujilah Dia! Sebab Ia telah melepaskan nyawa orang miskin dari tangan orang-orang yang berbuat jahat.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur Kepada Allah.
Mazmur Tanggapan Mzm. 18:2-3a.3b-4.5-6.7
Ref. Ketika aku dalam kesesakan, aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengar suaraku.
Aku mengasihi Engkau, ya Tuhan, kekuatanku! Ya Tuhan, bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku.
Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku! Terpujilah Tuhan, seruku; maka aku pun selamat daripada musuhku.
Tali-tali maut telah meliliti aku, dan banjir-banjir jahanam telah menimpa aku; tali-tali dunia orang mati telah membelit aku, perangkap-perangkap maut terpasang di depanku.
Ketika aku dalam kesesakan, aku berseru kepada Tuhan. Kepada Allahku aku berteriak minta tolong. Ia mendengar suaraku dari bait-Nya, teriakku minta tolong kepada-Nya sampai ke telinga-Nya.
Bait Pengantar Injil Yohanes 6:64b,69b
Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.
Sabda-Mu, ya Tuhan, adalah roh dan kehidupan. Engkau mempunyai sabda kehidupan kekal.
Bacaan Injil Yohanes 10:31-42
"Orang-orang Yahudi mencoba menangkap Yesus, tetapi Ia luput dari tangan mereka."
Sekali peristiwa orang-orang Yahudi mau melempari Yesus dengan batu. Tetapi kata Yesus kepada mereka, “Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku Kuperlihatkan kepadamu; manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku dengan batu?”
Jawab orang-orang Yahudi itu, “Bukan karena suatu perbuatan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah, dan karena Engkau menyamakan diri-Mu dengan Allah,
meskipun Engkau hanya seorang manusia.” Kata Yesus kepada mereka, “Tidakkah ada tertulis dalam kitab Tauratmu, ‘Aku telah berfirman: Kamu adalah Allah?”
Padahal Kitab Suci tidak dapat dibatalkan! Maka, jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan, disebut allah, masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia ‘Engkau menghujat Allah!”
karena Aku telah berkata: Aku anak Allah? Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku, janganlah kamu percaya kepada-Ku.
Tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa ada dalam Aku dan Aku di dalam Bapa.”
Sekali lagi mereka mencoba menangkap Yesus, tetapi Ia luput dari tangan mereka. Kemudian Yesus pergi lagi ke seberang Yordan, ke tempat Yohanes dulu membaptis orang, lalu Ia tinggal di situ.
Banyak orang datang kepada-Nya dan berkata, “Yohanes memang tidak membuat satu tanda pun, tetapi semua yang pernah dikatakan Yohanes tentang orang ini benar.” Dan banyak orang di situ percaya kepada-Nya.
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
Renungan Harian Katolik
"Ketika Kebenaran Ditolak Dunia"
Dalam perjalanan hidup iman, sering kali manusia menghadapi kenyataan pahit: kebenaran tidak selalu diterima dengan mudah. Bahkan dalam kisah Injil, kita melihat bagaimana Yesus yang membawa kasih dan keselamatan justru ditolak oleh banyak orang.
Bacaan Injil hari ini dari Yohanes 10:31–42 menggambarkan sebuah momen dramatis. Orang-orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Yesus karena mereka menganggap-Nya menghujat Allah. Mereka tidak dapat menerima klaim Yesus sebagai Anak Allah.
Namun di tengah tuduhan, kebencian, dan ancaman itu, Yesus tidak membalas dengan kemarahan. Ia menjawab dengan ketenangan, kebijaksanaan, dan kebenaran.
Dalam renungan Katolik hari ini, kita diajak melihat bagaimana Yesus menghadapi penolakan dunia dengan kasih dan kesabaran yang luar biasa.
Renungan ini menjadi pengingat bahwa perjalanan iman tidak selalu mudah. Namun Tuhan tetap hadir dan bekerja di tengah segala penolakan manusia.
Baca juga panduan lengkap di Renungan Katolik Harian untuk memahami cara melakukan renungan setiap hari secara mendalam.
Yesus dan Tuduhan Penghujatan
Orang-orang Yahudi berkata kepada Yesus:
“Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah.”
Tuduhan ini menunjukkan betapa kerasnya hati manusia ketika mereka menolak kebenaran.
Yesus sebenarnya telah melakukan banyak tanda dan mukjizat. Ia menyembuhkan orang sakit, memberi harapan kepada yang putus asa, dan membawa kabar keselamatan.
Namun ironisnya, perbuatan baik itu justru tidak cukup bagi mereka untuk percaya.
Mengapa?
Karena hati yang sudah tertutup oleh prasangka sulit menerima kebenaran.
Dalam renungan harian Katolik ini, kita melihat bahwa masalah utama bukan kurangnya bukti, tetapi kurangnya kerendahan hati untuk percaya.
Ketika Manusia Menolak Tuhan
1. Penolakan Karena Kesombongan
Banyak orang pada zaman Yesus menolak-Nya karena mereka merasa sudah mengetahui segala sesuatu tentang Allah.
Mereka adalah ahli Taurat dan pemimpin agama. Mereka menguasai kitab suci. Namun mereka gagal mengenali Mesias yang berdiri di hadapan mereka.
Kesombongan rohani dapat membuat seseorang buta terhadap karya Tuhan.
Hal yang sama juga bisa terjadi dalam hidup kita.
Kita mungkin rajin berdoa, mengikuti misa, atau membaca Kitab Suci. Namun jika hati kita dipenuhi kesombongan, kita bisa kehilangan kemampuan untuk mendengar suara Tuhan.
Itulah sebabnya refleksi Sabda Tuhan hari ini mengajak kita untuk bertanya kepada diri sendiri:
Apakah hati kita cukup rendah untuk menerima kebenaran Tuhan?
“Kesetiaan kepada Tuhan tidak bergantung pada penerimaan manusia.”
2. Yesus Menjawab dengan Hikmat
Yesus tidak membalas tuduhan dengan emosi.
Ia justru mengajak mereka berpikir:
“Jika Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku, janganlah percaya kepada-Ku.”
Yesus menunjukkan bahwa iman bukan hanya soal kata-kata, tetapi juga tentang karya nyata.
Karya Yesus berbicara lebih kuat daripada tuduhan manusia.
Dalam kehidupan kita, terkadang kita juga mengalami penolakan karena iman kita.
Mungkin kita dianggap aneh karena berusaha hidup jujur.
Mungkin kita ditertawakan karena memilih mengikuti jalan Tuhan.
Namun Injil hari ini mengingatkan bahwa kebenaran tidak perlu dibela dengan kemarahan, tetapi dengan kesetiaan hidup.
3. Mukjizat yang Tidak Bisa Disangkal
Walaupun banyak orang menolak Yesus, ada juga yang akhirnya percaya kepada-Nya.
Di bagian akhir Injil disebutkan bahwa banyak orang berkata:
“Yohanes memang tidak membuat satu tanda pun, tetapi semua yang pernah dikatakan Yohanes tentang orang ini adalah benar.”
Dan banyak orang di sana akhirnya percaya kepada Yesus.
Ini menunjukkan satu hal penting:
Kebenaran Tuhan tidak pernah sia-sia.
Walaupun ada yang menolak, selalu ada hati yang terbuka.
Refleksi Sabda Tuhan Hari Ini
Dalam renungan Katolik hari ini, ada beberapa pesan penting bagi hidup kita.
1. Tidak semua orang akan menerima kebenaran
Mengikuti Yesus bukan berarti hidup kita selalu dipuji.
Kadang kita justru akan disalahpahami.
Namun iman yang sejati tidak bergantung pada penerimaan manusia.
2. Karya kasih adalah kesaksian iman
Yesus tidak hanya berbicara tentang kasih.
Ia menunjukkan kasih itu melalui tindakan.
Hal yang sama juga berlaku bagi kita.
Orang mungkin tidak membaca Kitab Suci, tetapi mereka membaca hidup kita.
3. Tuhan bekerja dalam hati yang terbuka
Walaupun banyak orang menolak Yesus, Injil mengatakan bahwa banyak juga yang akhirnya percaya.
Tuhan tidak pernah berhenti bekerja dalam hati manusia.
Pelajaran Hidup dari Injil Hari Ini
Dalam kehidupan sehari-hari, pesan Injil ini sangat relevan.
Banyak orang yang takut menunjukkan iman mereka karena takut ditolak.
Namun Yesus sendiri telah mengalami penolakan jauh lebih besar.
Namun Ia tidak berhenti mencintai manusia.
Itulah inti dari iman Kristen: tetap mengasihi bahkan ketika dunia menolak kita.
Dalam renungan harian Katolik ini kita belajar bahwa kesetiaan kepada Tuhan lebih penting daripada penerimaan manusia.
Bagaimana Menghidupi Sabda Tuhan Hari Ini
Berikut langkah sederhana untuk menghidupi Injil hari ini.
1. Berani hidup dalam kebenaran
Walaupun tidak selalu populer.
2. Tetap rendah hati
Agar hati kita tidak tertutup terhadap karya Tuhan.
3. Menjadi saksi kasih
Melalui tindakan kecil setiap hari.
Doa Renungan Katolik Hari Ini
Tuhan Yesus, Engkau ditolak oleh banyak orang, namun Engkau tetap setia pada misi kasih-Mu.
Ajarlah kami untuk tetap setia kepada-Mu walaupun kami menghadapi penolakan atau kesalahpahaman.
Bukalah hati kami agar kami mampu mengenali karya-Mu dalam kehidupan kami setiap hari.
Jadikan hidup kami saksi kasih-Mu bagi dunia. Amin. (sumber the katolik.com/kgg).