Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Aris Ninu
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE – Anggota Brimob Pelopor B Maumere telah mengamankan S (27) pelaku dugaan tindak pidana penganiayaan berat terhadap tiga warga di Dusun Habihogor, Desa Watukobu, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Rabu 25 Maret 2026 malam.
S yang merupakan warga Desa Watukobu, melakukan pembacokan terhadap tiga bersaudara berinsial YK (38), MM (46), dan JNR (29),
Dua korban mengalami luka berat dan harus menjalani perawatan di RS Kewapante, sedangkan satu korban mengalami luka ringan.
Para korban adalah kakak-beradik yang saat kejadian sedang berada di rumah Yohanes.
Baca juga: BREAKING NEWS : Diduga Mabuk Seorang Pria Bacok Warga di Watukobu Sikka, 2 Luka Berat
Mereka sedang duduk sambil berkaraoke. Pelaku tiba-tiba masuk ke dalam rumah dan menyerang korban.
Informasi yang diperoleh TRIBUNFLORES.COM di Desa Watukobu, Sikka, Kamis, 26 Maret 2026 siang, menjelaskan usai kejadian, anggota Brimob mengamankan pelaku dan kini sudah diserahkan ke Polres Sikka.
Diduga pelaku sedang mengalami gangguan kesehatan. Pelaku juga pernah melakukan tindak pidana di desanya.
Saat ini, pelaku yang diduga baru kembali dari Kalimantan karena merantau sedang menjalani pemeriksaan.
Pelaku sudah berkeluarga dan bertetangga dengan para korban di Desa Watukobu, Sikka.
Kapolres Sikka, AKBP Bambang Supeno, melalui Kasie Humas, Ipda Leo Tunga, membenarkan adanya kejadian di Watukobu, Sikka. Ia menegaskan polisi sedang bekerja dan akan memberikan keterangan terkait kasus tersebut.
Sebelumnya, pelaku S (27) diduga dipengaruhi minuman keras hingga mabuk ketika melakukan aksi penganiayaan berat menggunakan parang terhadap tiga warga yang sedang berkumpul di dalam rumah di Dusun Habihogor, Desa Watukobu, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka, NTT, Rabu (25/03/2026) malam.
Peristiwa dugaan penganiayaan ini bermula ketika ketiga korban, yaitu YK (38), MM (46), dan JNR (29), sedang duduk bersantai sambil berkaraoke di rumah Yohanes. YK mengalami lengan kanan terlepas, MM tangan nyaris putus dan mengalami luka pada bahu belakang, sedangkan JNR hanya luka ringan.
Para korban sedang makan dan minum ketika diserang pelaku S. Mereka tidak sempat menyelamatkan diri dari amukan pelaku yang membawa parang. Belum diketahui motif kejadian yang sempat menghebohkan warga.
Dua korban yang mengalami luka berat dan pendarahan hebat dirawat di RS St. Gabriel Kewapante. Aparat Polsek Kewapante dan Koramil Kewapante turun ke lokasi untuk menenangkan warga yang marah atas tindakan pelaku.
Kasi Humas Polres Sikka, Iptu Leonardus Tunga, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa peristiwa terjadi di Habihogor, RT 004/RW 002, Desa Watukobu, Kecamatan Kewapante.
"Personel Polsek Kewapante bersama personel Polres Sikka telah turun ke TKP untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan tindakan kepolisian sesaat setelah kejadian," ujar Leo.