Tribunlampung.co.id, Jawa Barat – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegur sejumlah pemuda yang meminta sumbangan di jalan saat meninjau lokasi longsor di jalur penghubung Sumedang–Subang, tepatnya di wilayah Cikaramas.
Peristiwa itu terjadi di tengah kemacetan yang dipicu longsor.
Saat melintas, Dedi mendapati para pemuda mengatur lalu lintas sambil menyodorkan wadah sumbangan (kencleng) kepada para pengendara.
Melihat kondisi tersebut, Dedi Mulyadi menegur mereka agar tidak meminta-minta di jalan.
Ia kemudian memberikan bantuan sebesar Rp 10 juta sebagai bentuk kepedulian sekaligus solusi agar mereka tidak lagi melakukan hal serupa.
Dedi menegaskan bahwa perbaikan jalan termasuk kerusakan akibat longsor didapatkan dari pajak.
Mantan Bupati Purwakarta itu kaget mengetahui bahwa pendapatan dari "pajak jalan" itu bisa mencapai Rp1 juta per hari.
KDM langsung mengambil tindakan tegas, ia meminta para pemuda tersebut untuk berhenti meminta-minta kepada pengguna jalan.
Baginya, aksi meminta-minta di jalan tersebut merusak citra dan harga diri warga Jawa Barat.
"Orang Jawa Barat itu kaya, harus punya harga diri. Jangan memperlihatkan diri seolah-olah kita susah dengan meminta-minta di jalan,” ujarnya kepada para pengatur jalan tersebut.
Tak hanya melarang dan menghentikan budaya minta-minta di jalan, Dedi Mulyadi memberikan solusi konkret.
Sebagai gantinya untuk menggaji pengatur jalan saat perbaikan jalan akibat longsor, Dedi menjanjikan uang Rp10.000.000.
Total uang tersebut untuk biaya operasional para pemuda tersebut selama satu bulan pengerjaan proyek jalan.
Sebagai tahap awal, KDM langsung mentransfer Rp5.000.000 melalui asistennya.
"Saya kasih Rp10 juta untuk sebulan, tapi dengan syarat: tidak boleh ada yang minta uang lagi! Pakai rompi, pakai topi, tunjukkan bahwa kalian tertib bekerja membantu masyarakat," pesannya.
Langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas di jalur Sumedang-Subang tanpa harus membebani para pengendara dengan pungutan liar.
Dedi Mulyadi berharap pola pikir masyarakat dan budaya minta-minta di jalan itu berubah dan menjadi masyarakat yang lebih berwibawa dan mandiri.
sumber: Tribun Jabar