TRIBUNMANADO.CO.ID - Sebanyak lima bayi terdampak kebakaran 14 rumah di Kelurahan Singkil Satu, Kecamatan Singkil, kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).
Kebakaran tersebut terjadi Rabu (25/3/2026) sekira pukul 10.00 Wita.
Bagaimana keadaan bayi-bayi itu?
Amatan TribunManado.co.id, Kamis (26/3/2026), semua bayi dalam keadaan sehat.
Hanya saja mereka butuh pakaian.
Coni, ibu bayi berusia delapan bulan yang selamat dari kebakaran menyatakan, sang anak sangat butuh pakaian.
"Anak saya sangat butuh pakaian," kata dia.
Sebut dia, semua pakaian milik anaknya ludes dalam kebakaran tersebut.
Anaknya dalam tampungan dan keadaannya sehat.
Namun ia takut anaknya dapat sakit disebabkan kekurangan pakaian.
"Ia juga butuh pempers, susu dan peralatan bayi lainnya," katanya.
Ia menambahkan, pakaian sekolah juga dibutuhkan sejumlah anak yang terdampak bencana kebakaran.
Salah satu bayi, yakni Nisma tengah berada di posko bencana, samping lokasi kebakaran.
Bayi berusia 3 bulan ini nampak tenang dalam pelukan ibunya.
Pakaian Nisma sudah agak kumal.
Namun itu satu dari beberapa bajunya yang berhasil diselamatkan.
"Ia butuh pakaian dan perlengkapan bayi lainnya," kata sang ibu.
Sebut dia, sang anak juga butuh perlengkapan ayunan.
Dirinya berharap ada yang terketuk hatinya untuk menolong warga yang kesusahan.
Amatan TribunManado.co.id pada Kami siang, posko bencana kebakaran di Singkil ini tersebut didirikan di sebuah rumah yang berdampingan dengan rumah yang terbakar.
Para korban datang ke posko untuk beroleh bantuan.
Sejak Kamis pagi bantuan berdatangan dari berbagai pihak.
Selain Pemkot Manado, bantuan diberikan oleh DPC PDI Perjuangan kota Manado dan lainnya.
Ada pula bantuan tak dari seorang tak bernama.
"Tulis saja hamba Allah," kata seorang ibu.
Kaban BPBD Manado Donald Sambuaga mengatakan, pihaknya telah memberikan bantuan kepada warga yang jadi korban bencana.
Pemberian bantuan dilakukan di Posko bencana.
"Ini wujud dari kehadiran pemerintah kota Manado di tengah-tengah masyarakat," katanya.
Menurut Donald, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pihak lainnya termasuk Pemprov Sulut untuk penanganan selanjutnya.
Ia menuturkan, update terkini menyebut terdapat 15 rumah terbakar dala
Kebakaran di Singkil ini menyisakan sebuah kisah penyelamatan bayi.
Dua bayi nyaris jadi korban. Keduanya adalah bayi berumur 7 bulan dan 8 bulan.
Kedua bayi itu hanya dilapisi dinding tripleks.
Cerita Ani seorang warga, saat kebakaran, ibu si bayi 7 bulan tengah berada rumah tetangganya untuk beli ikan.
"Begitu teriakan api api dan menyusul asap, dia langsung lari dan menyambar anaknya dari ayunan," kata dia.
Sang ibu sebenarnya agak lamban geraknya. Tapi demi menyelamatkan anaknya, ia berlari bak atlet pelari.
Sementara ibu sang bayi berusia 8 berada di rumahnya saat kebakaran.
"Hingga mudah baginya untuk menyelamatkan bayinya," kata dia. (Art)
Baca juga: Kronologi Kebakaran 14 Rumah di Singkil Manado, Api Berasal dari Dapur Warga yang Sedang Memasak