Di Depan 2 Ribu Saudagar, Amran Sulaiman: Pak Aksa Mahmud Guru Saya
Ari Maryadi March 26, 2026 02:22 PM

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Menteri Pertanian sekaligus Ketua Umum KKSS Andi Amran Sulaiman memperkenalkan Aksa Mahmud sebagai gurunya.

Hal itu disampaikan Amran dalam pidato di pembukaan Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI di Hotel Claro Makassar, Kamis (26/3/2026).

Di tengah-tengah pidatonya, Amran Sulaiman mengungkapkan pencapaian KKSS dan Kementan tidak lepas dari dukungan seluruh warga KKSS.

Ia lalu memuji sosok Aksa Mahmud dan KH Nasaruddin Umar sebagai gurunya.

"Maaf saya tidak hebat. Saya bisa berdiri di sini berkat bapak ibu semua. Ini Ada Pak Aksa guru saya," kata Amran di depan 2000 saudagar Bugis Makassar.

"Ada juga Pak menteri agama KH Nasaruddin Umar. Aku diajari, saya dinasehati. saya ada banyak kekurangan, aku yakin dosaku juga banyak di masa lalu," kata Amran.

Amran mengapresiasi Aksa Mahmud yang menginisiasi PSBM.

“Pak Aksa adalah inisiator Pertemuan Saudagar Bugis Makassar. Beliau salah satu tokoh nasional yang telah banyak bekontribusi untuk bangsa dan daerah,” kata Amran

Selama setahun memimpin, Amran Sulaiman mengungkapkan ada beragam aksi sosial dilakukan KKSS.

Mulai dari menyantuni anak yatim, fakir miskin, kaum duafa, hingga membagikan beasiswa kepada anak-anak yatim piatu.

"Kami kelililing bagi beasiswa dan bantu fakir miskin, saya mewakili KKSS," kata Amran.

"Kami keliing di manapun berada, santuni fakir miskin kaum duafa anak yatim. Ada juga beasiswa untuk anak yatim piatu ini sudah jalan. Kita tidak tahu di mana akan berakhir langkah kita, tidak ada yang tahu," sambung Amran Sulaiman.

Sejumlah tokoh nasional hingga kepala daerah dari berbagai provinsi terlihat menghadiri Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI tahun 2026.

Agenda digelar di Hotel Claro Makassar Jl Ap Pettarani, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (26/3/2026). 

Kehadiran para tokoh ini menambah semarak forum yang selama ini dikenal sebagai ajang silaturahmi dan konsolidasi jejaring saudagar Bugis Makassar dari berbagai daerah.

Sejak awal acara, satu per satu nama tokoh disapa dalam sambutan. 

Beberapa di antaranya duduk di barisan depan bersama para undangan kehormatan lainnya. 

Hadir Wakil Ketua DPD RI Tamsil Lindung, Menteri Pertanian sekaligus Ketua DPP KKSS Andi Amran Sulaiman, Menteri Agama RI Prof KH Nasaruddin Umar. 

Hadir juga Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Veronica Tan. 

Turut hadir pula Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Dzulfikar Ahmad Tawalla. 

Kehadiran dua wakil menteri ini menegaskan perhatian pemerintah pusat terhadap forum saudagar yang telah berlangsung selama puluhan tahun tersebut.

Dari kalangan tokoh Bugis Makassar, sosok inisiator PSBM, Aksa Mahmud, juga tampak berada di antara para tamu kehormatan. 

Tampak juga sejumlah politisi senayan asal Sulawesi Selatan. 

Seperti Meity Rahmatia, Andi Iwan Aras, hingga Syamsu Rizal MI. 

Acara juga dihadiri sejumlah pimpinan daerah dari berbagai provinsi. 

Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, hadir bersama rombongan. 

Selain itu tampak pula Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, serta Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling.

Deretan kepala daerah lainnya juga turut meramaikan forum tersebut. 

Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, hadir bersama sejumlah pejabat daerah.

Dari Kalimantan Utara, Gubernur Zainal Arifin Paliwang juga terlihat mengikuti rangkaian acara.

Sementara dari Kalimantan Timur hadir Gubernur Rudy Mas'ud, yang juga dikenal sebagai Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI). 

Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman bersama wakilnya, Fatmawati Rusdi

Hadir juga unsur Forkopimda Sulsel, Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi dan jajarannya. 

Kehadiran para pejabat tersebut menunjukkan kuatnya dukungan pemerintah terhadap kegiatan yang mempertemukan jaringan saudagar Bugis Makassar dari berbagai wilayah.

Selain pejabat pemerintahan, tokoh agama dan ulama juga mengambil bagian dalam kegiatan ini. 

Salah satu yang hadir adalah dai nasional Das'ad Latif yang dijadwalkan memberikan tausiah kepada para peserta.

Forum PSBM XXVI ini tidak hanya menjadi ruang pertemuan saudagar, tetapi juga ajang silaturahmi lintas sektor. 

Suasana kebersamaan terasa kuat ketika para tokoh dari berbagai latar belakang duduk bersama, berdiskusi, sekaligus mempererat hubungan dalam semangat persaudaraan Bugis Makassar.

Ketua Pantia PSBM XXVI Ibnu Munzir menyampaikan, jumlah peserta yang hadir kurang lebih 2.000 orang saudagar Bugis Makassar. 

Peserta yang hadir berasal dari berbagai unsur.

Dalam penyelenggaraannya, PSBM XXVI juga menghadirkan format baru berupa forum kelas bisnis matching yang mempertemukan langsung pelaku usaha dengan investor.

“Jadi kami tidak hanya menyiapkan forum pleno untuk mendengarkan success story, tetapi kami menyiapkan semacam forum komisi-komisi yang kami istilahkan sebagai kelas bisnis matching,” jelasnya.

Salah satu fokus dalam forum tersebut adalah pengembangan komoditas kopi. 

Panitia memfasilitasi pertemuan antara produsen, seller, dan buyer untuk membuka peluang ekspor kopi dari Sulawesi Selatan ke luar negeri.

“Dalam bidang investasi dan kewirausahaan untuk ekspor kopi, panitia memfasilitasi produsen, seller, dan buyer bertemu untuk komoditas kopi ini. Sehingga dapat ditandatangani MoU untuk rencana ekspor komoditas kopi se-Sulsel ke luar negeri,” ungkapnya.

Bahkan, investor dari Korea Selatan hadir langsung dalam forum tersebut dan melakukan penandatanganan nota kesepahaman.

“Semalam malah investor dari Korea hadir sendiri. Dari Korea langsung ketemu kita malam ini dan MoU langsung penandatanganan,” tambahnya.

Menurutnya, kerja sama tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi saudagar Bugis Makassar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Selain agenda ekonomi, PSBM XXVI juga menghadirkan program pendidikan melalui peluncuran sekolah unggulan KKSS yang direncanakan dibangun dari dukungan masyarakat.

Forum diskusi dalam PSBM juga menghadirkan sejumlah gubernur dari berbagai daerah untuk memaparkan potensi investasi di wilayah masing-masing.

“Bapak Ibu gubernur akan menyampaikan materi peluang bisnis di wilayah atau daerah beliau. Juga gubernur yang berlatar belakang birokrat tentu akan memaparkan peluang investasi di daerahnya masing-masing,” ujarnya.

Selain agenda bisnis dan investasi, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan berbagai aksi sosial sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat.

Panitia bersama BPP KKSS telah melakukan kunjungan ke sejumlah panti asuhan di Makassar serta menyalurkan bantuan kepada anak-anak yatim.

“Kemarin sudah dilakukan berupa anjangsana ke panti asuhan dengan memberikan bantuan kepada panti asuhan di Kota Makassar,” katanya.

Bantuan tersebut akan dilanjutkan dengan santunan kepada sekitar 1.000 anak yatim, serta bantuan bagi masyarakat kecil seperti tukang becak dan tukang parkir.

Kegiatan santunan itu rencananya akan dilaksanakan di Masjid Andi Nurhadi dan dirangkaikan dengan kegiatan makan bersama.

“Maka kegiatan aksi peduli sosial diharapkan memberi dampak langsung kepada masyarakat,” tuturnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.