TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Dunia hiburan Tanah Air masih diselimuti duka setelah berpulangnya penyanyi berbakat Vidi Aldiano pada Maret 2026.
Sosok yang dikenal luas lewat karya-karya musik penuh makna ini tidak hanya meninggalkan warisan lagu, tetapi juga kisah perjuangan panjang melawan kanker ginjal yang menginspirasi banyak orang di Indonesia.
Meskipun telah tiada, rasa cinta dan penghormatan publik terhadap Vidi Aldiano justru semakin terasa kuat.
Hal ini tercermin dari tingginya antusiasme masyarakat yang datang berziarah ke tempat peristirahatan terakhirnya di TPU Tanah Kusir.
Setiap hari, area makam tersebut tak pernah sepi dari pengunjung yang ingin mengenang sosok Vidi secara langsung.
Para pelayat yang datang tidak hanya berasal dari Jakarta dan sekitarnya, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia.
• Ayah Vidi Aldiano Pilih Donasikan Barang Pribadi Anaknya demi Amal Jariyah
Bahkan, sejumlah penggemar rela menempuh perjalanan jauh dari luar pulau demi memberikan penghormatan terakhir kepada penyanyi yang telah memberikan banyak kenangan melalui lagu-lagunya.
Hal ini membuat masyarakat yang ingin berkunjung tidak lagi kesulitan dalam mencari titik lokasi yang tepat.
Menanggapi hal tersebut, ayahanda Vidi, Harry Kiss, mengaku awalnya cukup terkejut ketika mengetahui bahwa makam putranya telah terdaftar di platform digital tersebut.
Ia menyebut bahwa dirinya tidak mengetahui siapa yang pertama kali menambahkan lokasi itu ke dalam sistem.
Namun demikian, alih-alih merasa terganggu, Harry Kiss justru menyambutnya dengan perasaan positif.
Menariknya, informasi terkait keberadaan lokasi digital tersebut pertama kali ia ketahui dari sopir pribadinya.
Saat itu, sang sopir sempat kebingungan mencari jalur menuju TPU Tanah Kusir, sebelum akhirnya menemukan bahwa lokasi makam Vidi Aldiano sudah tercantum lengkap di aplikasi navigasi tersebut.
Peristiwa ini menjadi bukti nyata bahwa sosok Vidi Aldiano masih sangat dicintai oleh masyarakat luas.
• Luna Maya Kenang Vidi Aldiano Lewat Video Lama, Kisah Ayah Vidi yang Jadi Fans Berat
Bahkan setelah kepergiannya, namanya tetap hidup di hati para penggemar yang terus mengenang karya, perjuangan, dan ketulusan dirinya semasa hidup.
Harry Kiss juga mengungkapkan rasa harunya melihat banyaknya orang yang datang dari berbagai daerah. Ia menyebutkan bahwa ada pengunjung yang datang dari Cikampek, Lombok, Surabaya, hingga Semarang.
Perjalanan jauh yang mereka tempuh menjadi bukti bahwa sosok Vidi Aldiano memiliki tempat khusus di hati banyak orang.
"Waduh saya seneng banget banyak yang nyari ya. Insya Allah dari jauh-jauh datang ada yang dari Cikampek lah, kemarin itu ada yang datang dari mana? Dari Lombok," katanya.
"Dari Lombok, terus ada yang datang dari Surabaya, ada Semarang... Banyak, alhamdulillah ya," sambungnya.
Seperti diketahui, Vidi Aldiano meninggal dunia pada Sabtu, 7 Maret 2026, pukul 16.33 WIB di kediamannya di kawasan Cilandak Barat, Jakarta Selatan. Ia berpulang di usia 35 tahun setelah berjuang melawan kanker ginjal selama hampir tujuh tahun.
Perjalanan panjang Vidi melawan penyakitnya selama ini banyak menginspirasi publik. Di tengah kondisi yang tidak mudah, ia tetap menunjukkan semangat hidup, berkarya, dan berbagi energi positif kepada orang-orang di sekitarnya.
Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, terutama bagi sang istri, Sheila Dara Aisha, keluarga, sahabat, serta para penggemar yang selama ini setia mendukungnya. (*)