Wamen Digital Sarawak Kagumi PLBN Long Nawang, Janji Perjuangkan Pembangunan di Perbatasan Malaysia
Junisah March 26, 2026 03:32 PM

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU- Timbalan Menteri Digital Sarawak, Malaysia, Datuk Wilson Uga Anak Kumbong, mengaku terkesan dengan pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Long Nawang di Kecamatan Kayan Hulu, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara (Kaltara).

Hal itu disampaikan  Datuk Wilson Uga Anak Kumbon saat melakukan kunjungan kerja ke wilayah perbatasan Apau Kayan, kemarin Rabu (25/3/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Datuk Wilson Uga Anak Kumbon didampingi sejumlah pejabat Sarawak, di antaranya Residen Bahagian Kapit Elvis Anak Didit dan Residen Bahagian Miri Galong Anak Luan, serta jajaran pegawai daerah.

Rombongan Datuk Wilson Uga Anak Kumbon meninjau langsung kondisi sarana dan prasarana PLBN Long Nawang yang dinilai memiliki peran strategis sebagai pintu gerbang aktivitas lintas negara.

Baca juga: Percepatan Pembangunan Jalan dan PLBN di Sarawak, Kunci Ekonomi Perbatasan Kayan Hulu Malinau

“Saya kagum pembangunan PLBN di Indonesia. Ini akan saya laporkan kepada kerajaan Malaysia sebagai rujukan,” ucap  Datuk Wilson Uga Anak Kumbon

Datuk Wilson Uga Anak Kumbon mengatakan, pembangunan fasilitas ICQS (Immigration, Customs, Quarantine, Security) di wilayah Sarawak merupakan kewenangan pemerintah pusat Malaysia.

Namun demikian, pihaknya berkomitmen untuk membawa usulan pembangunan tersebut ke pemerintah pusat agar dapat segera direalisasikan.

“Kita akan satukan permohonan ini dan membawanya ke pihak yang berkuasa di kerajaan pusat untuk pembangunan di wilayah Sarawak,” ujarnya.

Menurut Wilson, keberadaan PLBN di kedua sisi perbatasan akan memberikan dampak besar terhadap mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi, khususnya bagi warga di wilayah pedalaman.

“Kalau kemudahan ini ada, pergerakan masyarakat antara Long Nawang dan Kapit akan lebih mudah dan memberi dampak besar bagi ekonomi,” jelasnya.

Baca juga: PLBN Long Nawang Malinau Kaltara Belum Difungsikan, Pemerintah Diminta Percepat Koordinasi 2 Negara

Ia juga menyebut, konsep PLBN di Sarawak nantinya tidak hanya sebagai pintu keluar masuk negara, tetapi juga akan dikembangkan sebagai pusat ekonomi terpadu.

Sementara itu, Wakil Gubernur Kalimantan Utara, Ingkong Ala, menyambut baik kunjungan tersebut dan menyebutnya sebagai momentum penting untuk memperkuat kolaborasi Indonesia dan Malaysia di kawasan perbatasan.

“Kami sangat mengapresiasi kunjungan dari Sarawak. Ini langkah penting untuk mendorong percepatan pembangunan di kawasan perbatasan,” katanya.

Ingkong menegaskan, masyarakat di wilayah perbatasan Indonesia dan Sarawak memiliki kedekatan historis dan kultural, sehingga membutuhkan perhatian bersama dari kedua negara.

Ia berharap pertemuan ini dapat mendorong percepatan pembangunan PLBN di wilayah Sarawak agar seimbang dengan fasilitas yang telah dibangun Indonesia.

“Jika PLBN di kedua negara terbangun optimal, ini akan mempercepat pertumbuhan ekonomi, memperbaiki sistem perdagangan, serta membuka peluang kerja sama di berbagai sektor,” ungkapnya.

KAGUMI PLBN : Wamen Digital Sarawak saat mengunjungi PLBN Long Nawang Malinau bersama Wagub Kaltara Ingkong Ala (ISTIMEWA)

Selain itu, ia menyoroti posisi strategis PLBN Long Nawang yang memiliki konektivitas penting, termasuk akses menuju Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Dari PLBN Long Nawang ke IKN sekitar 700 kilometer. Ini menunjukkan kawasan ini sangat strategis ke depan,” ujarnya.

Ingkong menambahkan, seluruh hasil pembahasan dalam kunjungan tersebut akan ditindaklanjuti melalui pemerintah masing-masing, dengan harapan memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat perbatasan.

(*)

Penulis : Desi Kartika Ayu

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.