BMKG Cilacap Prediksi Musim Kemarau 2026 Lebih Kering dan Panjang
Daniel Ari Purnomo March 26, 2026 04:27 PM

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Stasiun Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Cilacap merilis peringatan dini mengenai ancaman cuaca ke depan.

Musim kemarau pada tahun 2026 ini diproyeksikan bakal terasa jauh lebih kering jika dikomparasikan dengan kondisi tahun lalu.

Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Cilacap, Teguh Wardoyo, memaparkan bahwa siklus awal musim kering di wilayah Kabupaten Cilacap ditaksir akan mulai melanda secara merata pada bulan Mei 2026 mendatang.

Baca juga: Lebih Awal, Kapan Mulai Musim Kemarau Kabupaten Cilacap 2026

Pesisir Tenggara Lebih Awal

Teguh menguraikan adanya perbedaan waktu kedatangan musim kering di sejumlah titik. Kawasan pesisir bagian tenggara disebut akan menjadi wilayah pertama yang merasakan dampak kemarau ini.

“Awal musim kemarau di Cilacap diprakirakan terjadi pada Mei dasarian kedua, sedangkan wilayah pesisir tenggara seperti Binangun dan Nusawungu lebih awal pada Mei dasarian pertama,” ujar Teguh, Kamis (26/3/2026).

Durasi Hingga 180 Hari

Berdasarkan basis data pengamatan BMKG, karakter kemarau tahun 2026 ini akan berbanding terbalik dengan tahun 2025 yang masih dikategorikan kemarau basah akibat tingginya curah hujan.

Menurut perhitungan Teguh, sifat curah hujan pada tahun ini akan anjlok drastis di bawah ambang batas normal. Imbasnya, durasi musim kering ini diprediksi bakal membentang sangat panjang, yakni selama 14 hingga 18 dasarian, yang setara dengan 140 sampai 180 hari tanpa hujan berarti.

Puncak dari siklus kemarau ini diproyeksikan akan jatuh pada bulan Agustus 2026, yang secara otomatis akan memicu lonjakan tingkat kekeringan di berbagai wilayah.

Waspada Cuaca Ekstrem Pancaroba

Menyikapi prakiraan cuaca tersebut, instansi dan pemangku kebijakan terkait diminta untuk segera merumuskan langkah mitigasi. Fokus utama diarahkan pada daerah-daerah langganan krisis air bersih serta areal persawahan yang sangat rentan mengalami kekeringan lahan pertanian.

Lebih jauh, BMKG juga memberikan alarm kewaspadaan bagi masyarakat luas dalam menghadapi fase peralihan musim atau pancaroba yang membentang dari April hingga Mei 2026.

Selama rentang waktu transisi ini, ancaman cuaca ekstrem seperti hujan deras kilat yang disertai sambaran petir, tiupan angin kencang, pusaran puting beliung, hingga peningkatan suhu udara yang terasa menyengat sangat berpeluang terjadi.

Sebagai penutup, Teguh berpesan agar warga senantiasa berhati-hati dan siap merespons anomali perubahan cuaca yang bisa berubah drastis secara tiba-tiba selama masa peralihan musim tersebut. (ray)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.