BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Jumlah penerima bantuan pangan (Banpan) Nasional di Kota Pangkalpinang tahun 2026 mengalami lonjakan signifikan. Jika tahun sebelumnya hanya sekitar 7.205 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), kini meningkat menjadi 20.211 KPM.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang, Yiyi Zilaida Dwitri mengungkap bahwa data penerima bantuan sepenuhnya merupakan kewenangan pemerintah pusat.
"Data itu diberikan dari pusat, jadi kami di daerah sifatnya menerima. Penentuan penerima tetap mengacu pada data nasional," ujar Yiyi kepada Bangkapos.com, Kamis (26/3/2026).
Ia menjelaskan, data penerima bantuan mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Namun, pihaknya belum dapat memastikan secara rinci penyebab peningkatan jumlah penerima tersebut.
"Kami belum mengetahui pasti apa penyebab peningkatan ini. Nanti akan kita lihat lebih lanjut di DTSEN," katanya.
Meski demikian, ia menduga peningkatan tersebut berkaitan dengan bertambahnya jumlah masyarakat dalam kategori desil 1 hingga desil 5, yakni kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan rendah hingga menengah bawah.
"Kemungkinan penerima di desil satu sampai desil lima mengalami kenaikan," jelasnya.
Yiyi menambahkan, pemerintah kelurahan tetap memiliki peran dalam memastikan ketepatan sasaran di lapangan.
"Kalau memang diperlukan, bisa ada kebijakan di tingkat kelurahan, karena mereka yang paling mengetahui kondisi warganya layak atau tidak menerima bantuan," tuturnya.
Lonjakan jumlah penerima ini menjadi perhatian tersendiri, sekaligus mencerminkan dinamika kondisi sosial ekonomi masyarakat di Kota Pangkalpinang saat ini.
(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)