Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Petrus Chrisantus Gonsales
TRIBUNFLORES.COM, LABUAN BAJO – Menjelang perayaan Hari Raya Paskah tahun 2026, Ketua Presidium Komunitas Pemuda Radikalisme Manggarai Barat (KOPEARAD MABAR), Itho Umar, menyampaikan pesan penting terkait pemeliharaan kerukunan antarumat beragama di wilayah Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.
Itho menekankan bahwa momentum Paskah bukan sekadar seremoni keagamaan bagi umat Kristiani, melainkan pengingat bagi seluruh elemen pemuda untuk menjaga wajah Labuan Bajo sebagai kota pariwisata super prioritas yang ramah dan toleran.
"Semoga seluruh lapisan masyarakat, khususnya kaum muda, untuk proaktif menciptakan suasana yang aman dan damai agar ibadah Paskah dapat berjalan khidmat," ujarnya kepada TribunFlores.com, Kamis (26/3/2025).
Ia mengajak pemuda non-Kristiani untuk menunjukkan dukungan moral sebagai bentuk persaudaraan sejati yang telah lama mengakar di Bumi Komodo.
Baca juga: Saat Libur Lebaran Berlangsung, Pasukan Kuning Manggarai Barat Tetap Gigih Rawat Kebersihan
Di tengah arus digital, Itho mengingatkan agar pemuda tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu sektarian atau hoaks yang berpotensi memecah belah persatuan.
"Paskah adalah momentum refleksi bagi kita semua. Sebagai pemuda Manggarai Barat, kita punya tanggung jawab moral untuk memastikan bahwa toleransi bukan sekadar slogan, melainkan napas kehidupan sehari-hari di daerah kita," ujar Itho Umar
KOPEARAD MABAR juga menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi dengan aparat keamanan dan organisasi kemasyarakatan lainnya guna memantau situasi di titik-titik keramaian.
Itho berharap, semangat pengorbanan dan kebangkitan yang dibawa dalam nilai Paskah dapat menginspirasi pemuda untuk bangkit membangun daerah dengan semangat gotong royong.
"Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa di Labuan Bajo, perbedaan adalah kekuatan, bukan sekat," tutupnya. (moa)