TRIBUNJAMBI.COM - BMKG Jambi mendeteksi 11 hotspot di wilayah Provinsi Jambi.
Berdasarkan data pemantauan satelit pada Kamis, 26 Maret 2026 pukul 00.00 WIB hingga 16.00 WIB, terdapat 11 hotspot yang terdeteksi di beberapa wilayah di Provinsi Jambi dengan tingkat kepercayaan sedang.
Titik panas tersebut tersebar di sejumlah kabupaten, yakni Batang Hari, Muaro Jambi, Tanjung Jabung Barat.
Baca juga: 16 Titik Panas Muncul di Jambi, BMKG Imbau Warga Tetap Waspada
Di wilayah Batang Hari, titik panas terpantau di Muara Tembesi.
Di wilayah Muaro Jambi, titik panas terpantau di Kecamatan Kumpeh Ulu.
Berdasarkan keterangan yang dirilis BMKG, beberapa hotspot berada di area sumur minyak milik Pertamina.
Sementara itu, di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, titik panas terdeteksi di Kecamatan Betara.
Pada wilayah ini, sebagian titik panas juga teridentifikasi berada di area aktivitas industri.
Selain itu, satu titik panas juga terpantau di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, tepatnya di Kecamatan Mendahara Ulu yang berada di sekitar area sumur minyak PetroChina.
BMKG menjelaskan bahwa seluruh titik panas yang terdeteksi pada pemantauan tersebut memiliki tingkat kepercayaan sedang, yaitu pada kisaran 30 hingga 79 persen.
Informasi titik panas ini diperoleh dari hasil pemantauan satelit seperti SNPP dan NOAA20 yang digunakan untuk mendeteksi potensi titik panas di permukaan bumi.
Data ini menjadi salah satu indikator awal dalam memantau potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Provinsi Jambi.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada serta tidak melakukan pembakaran lahan yang dapat memicu terjadinya kebakaran.