TRIBUNJABAR.ID, KUNINGAN - Rencana besar pembangunan jalan tol yang akan membelah wilayah Kabupaten Kuningan mulai menemui titik terang.
Penjabat (Pj) Bupati Kuningan, H. Dian Rachmat Yanuar, mengonfirmasi bahwa proyek strategis nasional tersebut saat ini tengah masuk dalam tahap pembahasan serius di Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Bupati Dian menjelaskan bahwa jalur bebas hambatan ini diproyeksikan untuk mempercepat konektivitas antarwilayah di Jawa Barat bagian timur.
"Untuk rencana pembangunan jalan tol betul ada, namun hingga kini masih dilakukan pembahasan di Kementerian PU," ujar Dian Rachmat Yanuar kepada awak media di Kuningan, Kamis (26/3/2026).
Menurutnya, rute yang sedang digodok adalah kawasan Kuningan Wilayah Barat.
Baca juga: Terbuat dari Susu Murni dan Kedelai, Tahu Susu Cikentrungan Kuningan Diserbu di Libur Lebaran
Jalur ini direncanakan membentang mulai dari Mandirancan hingga tembus ke Cikijing (Majalengka) dan tersambung dengan jaringan Tol Getaci (Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap).
Rencana pembangunan ini diprediksi akan mengubah peta transportasi di Kuningan, karena jalur yang digunakan merupakan daerah yang selama ini menjadi jalur alternatif wisata atau sering disebut "jalan tikus" untuk menghindari kemacetan di jalur utama.
Secara lebih spesifik, jalur ini akan melintasi sejumlah desa di kawasan wisata alam, di antaranya: Desa Mandirancan, Randobawagirang, Pakembangan, Cibeureum, Setianegara, Bandorasakulon, Peusing, Sukamukti, Pajambon, Ragawacana, Gunungkeling, hingga Cileuleuy dan Bayuning.
Terkait kapan proyek ini mulai dikerjakan, Dian menyebutkan bahwa realisasi konstruksi diperkirakan tidak dalam waktu dekat.
Rencana jangka panjang ini dipatok akan berlangsung dalam dua periode kemungkinan.
"Rencana pembangunan jalan tol ini diproyeksikan berlangsung antara tahun 2028-2030 atau pada periode 2030-2035 mendatang," ungkapnya.
Kehadiran jalan tol ini diharapkan tidak hanya mengurai kemacetan di jalur nasional Kuningan-Cirebon, tetapi juga mendongkrak sektor pariwisata di kaki Gunung Ciremai yang selama ini menjadi magnet utama ekonomi Kabupaten Kuningan.(*)