TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT – Suasana di rumah duka almarhum Camat Baamang, Sufiansyah, yang terletak di Jalan Christopher Mihing, Kelurahan Baamang Hilir, Kamis (26/3/2026) sore.
Sejumlah pejabat daerah tampak hadir memberikan penghormatan terakhir. Di antaranya Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor, Wakil Bupati Irawati, Asisten II Rody Kamislan, Kepala Dinas Kominfo Cuk Orda Legawa, kepala OPD setempat, anggota DPRD Kotim, hingga perwakilan KSOP dan Bandara H Asan Sampit.
Baca juga: Camat Baamang Kotim Sufiansyah Meninggal Dunia, Warga Kehilangan Sosok Pemimpin Dekat dan Aktif
Kehadiran rombongan pemerintah daerah ini menjadi bentuk penghormatan sekaligus duka mendalam atas kepergian sosok pemimpin yang dikenal dekat dengan masyarakat tersebut.
Bupati Halikinnor terlihat mengenakan pakaian islami berwarna biru muda dipadukan dengan peci hitam dan celana hitam.
Ia datang didampingi sang istri, kemudian menyalami warga yang melayat serta memberikan penguatan kepada keluarga yang ditinggalkan.
Dalam kesempatan tersebut, Halikinnor menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas wafatnya Sufiansyah.
"Kami atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya saudara kita Sufiansyah. Beliau merupakan salah satu putra terbaik daerah,” ujarnya.
Menurut Halikinnor, almarhum telah mengabdikan diri sebagai aparatur sipil negara di berbagai posisi, hingga terakhir menjabat sebagai Camat Baamang.
“Beliau telah banyak mengabdi di pemerintahan dan terakhir sebagai Camat Baamang. Tentu kita merasa sangat kehilangan,” lanjutnya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan almarhum agar segala amal ibadahnya diterima serta diampuni segala dosa dan kesalahannya.
“Semoga almarhum diterima amal ibadahnya, diampuni dosa-dosanya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kesabaran, serta keikhlasan,” ucap Halikinnor.
Lebih lanjut, Halikinnor menggambarkan sosok Sufiansyah sebagai pribadi yang mudah bergaul dan dekat dengan semua kalangan, baik tua maupun muda.
“Beliau orangnya supel, mudah bergaul, dekat dengan masyarakat. Itu yang membuat beliau disenangi warga Baamang,” katanya.
Ia juga menyebut almarhum masih memiliki masa pengabdian sekitar dua tahun lagi sebelum memasuki masa pensiun. Namun, takdir berkata lain.
“Kita kehilangan salah satu putra terbaik daerah yang masih ingin terus mengabdi. Tapi Allah lebih dahulu memanggil beliau,” ungkapnya.
Di akhir pernyataannya, Halikinnor menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi almarhum selama bertugas sebagai aparatur sipil negara.
“Atas nama pemerintah daerah, kami mengucapkan terima kasih atas jasa dan pengabdian beliau selama ini,” tutupnya.
Kepergian Sufiansyah meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Baamang, yang selama ini mengenalnya sebagai pemimpin yang aktif, ramah, dan selalu hadir di tengah-tengah warganya. (*)