TRIBUNBANYUMAS.COM, KEBUMEN - Sorak-sorai ribuan penonton membahana mengiringi adu kecepatan kuda di lintasan Lapangan Krido Turonggo, Desa Kaibonpetangkuran, Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen. Sepanjang tanggal 24 hingga 26 Maret 2026, arena ini menjadi saksi kemeriahan ajang bergengsi pacuan kuda Piala Bupati Cup 2026.
Momen yang paling dinanti-nanti oleh lautan penonton akhirnya tiba pada Kamis (26/3/2026) sore, yakni pertarungan di nomor bergengsi Kelas A Terbuka.
Kuda pendatang bernama Raja Permata sukses mencuri panggung utama. Ditunggangi oleh joki andal asal Makassar, Ferdi R, kuda tangguh tersebut melesat kencang meninggalkan lawan-lawannya dan berhasil menyentuh garis finis di urutan pertama.
Baca juga: Ada Sejak 1950 an, Lintasan Pacuan Kuda Terbaik Lokal Ada di Ambal Kebumen
Keberhasilan Raja Permata merebut podium tertinggi ini disambut penuh rasa syukur oleh sang pelatih, Arya DP. Ia mengaku tak menyangka anak asuhnya bisa tampil maksimal dan bahkan menumbangkan kuda yang berstatus sebagai juara bertahan tahun lalu, mengingat waktu persiapan mereka terbilang sangat mepet.
"Kuda baru 2 bulan datang dari Makasar ke Jawa. Baru dua kali ikut event di tanah Jawa, alhamdulillah dapat gelar Kelas A Terbuka atau utama dengan jarak 2.000 meter," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (26/3/2026) sore.
Arya menambahkan, keikutsertaan timnya dalam turnamen ini awalnya sekadar untuk menambah jam terbang serta mengasah mental bertanding kuda dan sang joki. Namun, melihat antusiasme warga Kebumen yang begitu luar biasa, ia berharap infrastruktur sirkuit balap kuda di Ambal ini bisa segera ditingkatkan, mengingat panjang lintasan saat ini baru mencapai 800 meter.
"Sirkuit kalau bisa diperpanjang minimal 1.200 meter supaya sesuai dengan standar nasional," ungkapnya penuh harap agar ajang ini makin memikat banyak joki profesional.
Kemeriahan lomba pacuan kuda tahun ini juga diakui oleh Ketua Panitia, Sodikul Anwar. Ia memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh elemen yang telah menyokong kelancaran kompetisi tradisional ini.
Menurut catatannya, jumlah peserta yang mendaftar tahun ini mengalami lonjakan yang sangat fantastis dibandingkan edisi-edisi sebelumnya.
"Peserta 162 ekor kuda. Alhamdulillah untuk tahun ini rekor 10 tahun terakhir terbanyak," tuturnya.
Ia memendam harapan besar agar kejuaraan ini tidak sekadar menjadi tontonan, melainkan mampu melahirkan atlet-atlet berkuda yang siap bersaing di kancah nasional, sekaligus mendongkrak sektor pariwisata Kabupaten Kebumen.
Wakil Bupati Kebumen, Zaeni Miftah, yang turut hadir menyaksikan partai final tersebut, menegaskan bahwa gelaran pacuan kuda pasca-Idulfitri ini sudah mengakar kuat menjadi tradisi masyarakat pesisir selatan Kebumen warisan dari generasi terdahulu.
"Ini terselenggara sejak 1960-an sampai hari ini tetap eksis dan tetap bertahan," ungkapnya bangga.
Melihat animo luar biasa dengan rekor 162 peserta, Zaeni berkomitmen bahwa jajaran Pemerintah Kabupaten Kebumen akan menaruh perhatian lebih terhadap pengembangan fasilitas olahraga ini ke depannya.
"Ini adalah sesuatu yang membanggakan dan tentu ini adalah sesuatu yang menjadi pemerintah daerah berfikir bagaimana lapangan kuda ini menjadi lapangan yang bertaraf nasional kedepannya," pungkasnya. (Ais)