TRIBUNJAKARTA.COM - Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa tetap aktif membagikan tulisan di media sosial pribadinya.
Meskipun, Ketua Umum Relawan Jokowi Mania, Andi Azwan melihat sinyal dokter Tifa bakal mengikuti langkah Rismon Sianipar yang mengajukan Restorative Justice (RJ).
Rismon Sianipar bersama dokter Tifa dan Roy Suryo telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).
Melalui akun X pribadinya @DokterTifa dikutip TribunJakarta.com pada Kamis (26/3/2026), Tifa mempromosikan buku mengenai Jokowi.
Hal itu seakan menyatakan dirinya membantah isu mundur dari polemik ijazah Presiden ke-7 Ri Joko Widodo.
"Siapa bilang dr Tifa quit?" kata Tifa.
"OTAK POLITIK JOKOWI - OPJ, atau dalam bahasa netizen ini adalah Jokowi's White Paper - JWP Jilid II. Kali ini sepenuhnya karya dr Tifauzia Tyassuma," tulisnya.
Tifa menuturkan buku tersebut merupakan kelanjutan hasil penelitian dr Tifa terkait Neuro politika Perilaku Jokowi.
"Terkait dengan ijazah, pendidikan, dan sinkronisitas dengan berbagai kebijakan politik yang menurut banyak netizen penuh dengan kebohongan, tipu-tipu yang melahirkan banyak kasus korupsi oleh para pejabatnya," kata Tifa.
"Saking serius dan pentingnya buku ini maka Maestro Filsafat Politik, Rocky Gerung, merasa perlu memberikan Kata Pengantar untuk buku ini," sambung Tifa.
dokter Tifa menegaskan tetap akan vokal melanjutkan kritik setelah bulan Ramadan, menepis anggapan bahwa sikapnya mereda.
Pernyataan ini memperkuat posisinya sebagai salah satu pengkritik paling konsisten dalam isu ijazah Jokowi yang terus menjadi sorotan publik.
Isu mundurnya Dokter Tifa dari polemik ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo sempat ramai diperbincangkan publik dalam beberapa waktu terakhir.
Spekulasi tersebut muncul setelah sosok yang dikenal sebagai dr. Tifa itu terlihat jarang tampil di media maupun media sosial, sehingga memunculkan dugaan bahwa dirinya menghentikan perjuangannya atau bahkan “merapat” ke Solo.
Namun, kabar tersebut langsung dibantah melalui klarifikasi yang disampaikan oleh Refly Harun.
Menurut Refly, absennya dr. Tifa dari ruang publik bukan karena mundur, melainkan karena fokus menjalankan ibadah di 10 hari terakhir Ramadan 2026.
“Akhirnya beredarlah spekulasi bahwa saya diam-diam ke Solo menghadap Raja Jawa untuk mengharapkan pengampunan,” ujar Refly membacakan pernyataan dr. Tifa.
Dalam penjelasannya, dr. Tifa mengaku sengaja menarik diri sementara dari berbagai aktivitas publik demi memperdalam ibadah.
“Memasuki sepuluh hari terakhir Ramadan, saya ingin memusatkan diri pada ibadah,” tulisnya dikutip dari Tribunnews.com.
Sebelumnya, Ketua Umum Relawan Jokowi Mania, Andi Azwan membeberkan sinyal dr Tifa bakal mengikuti langkah Rismon Sianipar yang mengajukan Restorative Justice (RJ).
Andi Azwan menyebutkan dr Tifa menghilang dari media semenjak Rismon mengajukan RJ.
"Tiba-tiba dia menghilang dari medsos, menghilang dari media mainstream dan saya ingat waktu di Catatan Demokrasi salah satu pembicaranya mestinya itu adalah dokter Tifa, akhirnya diganti oleh salah satu dari penasihat hukumnya yaitu Bang Petrus Selestinus," kata Andi dikutip dari YouTube Catatan Andi Azwan, Rabu (25/3/2026),
Hal tersebut, kata Andi, lantas menimbulkan pertanyaan karena Rismon juga melakukan hal yang sama sebelum mengajukan RJ.
"ketika Rismon mengajukan RJ itu juga melakukan hal yang sama, Rismon tidak mau tampil di televisi, tidak mau tampil di podcast dan menghilang seperti itu."
"Terakhir kan bertemu dengan saya di Metro TV pada saat itu melalui Zoom, itu terakhir saya bertemu dengan dia, jadi awal bulan pada saat itu," kata Andi.
Oleh karena itu, Andi pun berkeyakinan dr Tifa akan melakukan hal yang sama dan sekarang ini sedang berkontemplasi.
Andi juga mengatakan bahwa ada yang menghubunginya untuk meminta RJ, tetapi dia tidak menyebutkan rinci siapa sosok tersebut.
"Saya masih belum yakin apakah ini merupakan permintaan atau hanya main-main saja atau menjebak saya seperti jebakan Batman," ungkapnya.
Andi mengatakan, jika dr Tifa mengajukan RJ dan disetujui oleh Jokowi, maka dia akan bebas dari status tersangka karena sebelumnya tidak pernah terjerat kasus hukum lain.
Jika demikian, maka nasib dr Tifa akan seperti Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis.
Eggi dan Damai merupakan tersangka kasus ijazah klaster kedua pertama yang status tersangkanya telah dicabut setelah mereka mengajukan RJ kepada Jokowi.
"Kalau dr Tifa ini dia mengajukan RJ kemudian diterima RJ-nya oleh Pak Jokowi dan juga teman-teman yang lain, maka dia akan bebas, seperti Eggi Sudjana dengan SP3 karena tidak mempunyai laporan kepolisian dari pihak-pihak yang lain, pasti dia itu berpikir keras untuk itu," jelas Andi.
Hal ini, kata Andi, akan berbeda dengan Rismon karena Ahli Digital Forensik itu masih akan menghadapi kasus lain meskipun RJ-nya nanti disetujui Jokowi.
Kasus lain yang dimaksud tersebut yakni terkait laporan ijazah S1 dan S2 Rismon di Yamaguchi, Jepang, yang dituding palsu.
"Kalau Rismon diterima RJ dan SP3, tapi dia masih menghadapi dilematis yaitu tentang kriminalnya," ujar Andi
Presiden ke-7 RI Joko Widodo disebut membuka ruang penyelesaian damai melalui mekanisme restorative justice (RJ) dalam kasus tudingan ijazah palsu yang menyeret sejumlah nama.
Kesempatan tersebut, menurut Ketua Umum Relawan Jokowi Mania, Andi Azwan, dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu, termasuk Tifauzia Tyassuma atau dr Tifa.
Namun, peluang serupa tidak berlaku bagi Roy Suryo.
“Pak Jokowi terbuka memberikan maaf melalui RJ kepada pihak-pihak yang memenuhi syarat, kecuali Roy Suryo,” ujar Andi, Senin (23/3/2026).
Dalam kasus ini, Polda Metro Jaya telah menetapkan delapan tersangka yang terbagi dalam dua klaster.
Klaster pertama terdiri dari lima orang, yakni Eggi Sudjana, Kurnia Tri Rohyani, Damai Hari Lubis, Rustam Effendi, dan Muhammad Rizal Fadillah. Dua di antaranya, Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis, telah lebih dulu mengajukan RJ sehingga status tersangkanya dicabut.
Sementara klaster kedua mencakup Roy Suryo, Rismon Hasiholan Sianipar, serta dr Tifa.
Rismon sendiri kini telah mengajukan RJ dan meminta maaf, sekaligus mengakui bahwa ijazah Jokowi adalah asli.