Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat melakukan uji coba penggunaan bakteri Ecotru untuk mengatasi pencemaran air di saluran penghubung (Phb) di kawasan Sentral Primer Barat (SPB), Puri Kembangan, Kamis.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asekbang) Jakarta Barat, Imron Syahrin, mengatakan, uji coba dilakukan dengan metode sampling.

"Kami ambil sampel untuk observasi perkembangan lima hari ke depan setelah dicampur bakteri Ecotru. Kami ingin lihat apakah ada perubahan signifikan," ujar Imron saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.

Bakteri Ecotru disebut memiliki daya tahan yang cukup tinggi, yakni mampu berkembang biak pada suhu hingga 60 derajat Celsius dan menoleransi kadar Methylene Blue Active Substances (MBAS) atau kandungan detergen hingga maksimal 20.000 unit.

​Guna memastikan efektivitasnya, pihaknya telah berkoordinasi dengan Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakbar untuk memetakan kondisi MBAS di berbagai kali di Jakarta Barat.

​"Jika kadar MBAS-nya ternyata sangat tinggi, kita akan cari sumbernya, apakah dari limbah rumah tangga atau pabrik. Target kita adalah berkolaborasi untuk membuat semua kali di Jakarta Barat lebih jernih," katanya.

Sementara itu, Direktur PT Esa Maha Karya Tunggal, Eka Lestari Sinaga selaku kolaborator menjelaskan bahwa proses yang dilakukan merupakan bentuk bioremediasi sungai. Dari pantauan awal, saluran air di kawasan tersebut mengandung banyak minyak, lemak, serta sedimen yang tebal.

​"Kondisinya cukup memprihatinkan dengan adanya busa, yang mengindikasikan kandungan sabun tinggi atau aktivitas pembusukan sampah organik yang terlarut," kata Eka.

​Terkait teknis aplikasi, bakteri Ecotru harus dipersiapkan selama 24 jam sebelum dicampurkan ke dalam air. Menariknya, penggunaan bakteri ini juga berdampak pada hilangnya hama seperti lalat dan belatung.

​"Bakteri ini menghentikan proses pembusukan organik yang merusak lingkungan. Karena air menjadi lebih bersih dan tidak ada lagi pembusukan, maka lalat maupun belatung tidak akan mau hidup di sana," ujarnya.