TRIBUNSTYLE.COM -- Seorang pria berinisial RH, warga Kelurahan Ciporang, Kecamatan Kuningan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, nekat membuat laporan palsu terkait dugaan pencurian dengan modus pecah kaca mobil untuk menutupi uang tabungan yang telah digunakannya tanpa sepengetahuan sang istri.
Peristiwa ini bermula ketika RH melaporkan dirinya sebagai korban pencurian pada Rabu (25/3/2026) siang. Dalam keterangannya kepada polisi, RH mengaku kehilangan uang tunai sebesar Rp 28 juta beserta sejumlah barang berharga yang disebut disimpan di dalam mobil Toyota Avanza miliknya.
Ia menyebut uang tersebut hilang setelah kaca mobil dipecahkan saat kendaraan terparkir di depan rumahnya.
Namun setelah dilakukan penyelidikan, polisi menemukan sejumlah kejanggalan dalam laporan tersebut. Hasil pemeriksaan di lokasi kejadian dan interogasi mendalam mengarah pada dugaan kuat bahwa kasus itu telah direkayasa.
Kasat Reskrim Polres Kuningan, AKP Abdul Azis, menegaskan bahwa laporan RH tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
“Dari hasil interogasi, kami memastikan laporan tersebut adalah hoaks atau laporan palsu. Indikasi rekayasa sangat kuat setelah dilakukan pemeriksaan dan olah TKP,” kata Azis saat dihubungi Kompas.com, Kamis (26/3/2026) siang.
Kapolres Kuningan, AKBP Muhammad Ali Akbar, menjelaskan bahwa alasan utama RH melakukan rekayasa tersebut karena takut diketahui istrinya telah menggunakan sebagian besar tabungan keluarga.
Menurut hasil pemeriksaan, RH sebelumnya memiliki saldo rekening sebesar Rp 28 juta. Namun ketika dicek kembali, saldo itu tinggal Rp 10 juta sehingga terdapat selisih Rp 18 juta yang telah dipakai untuk kebutuhan pribadi.
Baca juga: Pernikahan dengan Bos Emas 62 Tahun di Kuningan Sangat Viral, Amelia Curhat Kondisinya Sekarang
Karena khawatir sang istri mengetahui uang tersebut berkurang, RH lalu menyusun cerita seolah dirinya menjadi korban pencurian.
Untuk memperkuat skenario, RH sengaja memecahkan kaca mobilnya sendiri menggunakan kunci roda. Ia juga mengaku baru mengambil uang tunai dari ATM Bank Central Asia Cabang Kuningan sebelum kejadian berlangsung menjelang maghrib.
Polisi yang melakukan olah tempat kejadian perkara akhirnya memastikan tidak pernah ada uang di dalam mobil tersebut.
“Faktanya, tidak ada uang di dalam mobil tersebut. Lokasi kejadian juga berada di rumahnya sendiri. Kaca mobil sengaja dipecahkan untuk mendukung laporan palsu,” kata Akbar.
Video kejadian yang sempat beredar di media sosial pun dipastikan tidak menggambarkan tindak kriminal sebenarnya, melainkan bagian dari skenario yang dibuat RH.
Saat ini kepolisian masih mendalami kemungkinan unsur pidana dalam laporan palsu tersebut. Aparat juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuat laporan bohong karena dapat menimbulkan keresahan dan berujung konsekuensi hukum serius. (Tribun Trends/Tribunnews Bogor).