TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Petugas gabungan secara gotong-royong melakukan penanganan pohon tumbang yang menutupi jalur nasional Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk wilayah Jembrana, Jumat 27 Maret 2026.
Pohon yang tumbuh di pinggir hutan di wilayah Banjar Klatakan, Desa/Kecamatan Melaya tersebut tumbang karena tanah yang sudah gembur ditambah hujan deras yang terjadi tadi malam.
Menurut Kapolsek Melaya, Kompol I Ketut Sukadana, peristiwa dua pohon tumbang tersebut terjadi sekitar pukul 06.00 WITA.
Baca juga: Dampak-dampak Bencana Angin Kencang di Bali, 8 Pohon Tumbang, 3 Bangunan Roboh, Perahu Terguling
Pohon kayu trembesi dan mahoni tersebut sempat mengakibatkan gangguan lalulintas di jalur nasional.
Mengingat saat ini adalah hari mulainya puncak arus balik Lebaran dari Jawa ke Bali.
"Kemacetan sekitar 200 meter. Kita lakukan gotong-royong untuk penanganannya," jelas Kompol Sukadana saat dikonfirmasi, Jumat 27 Maret 2026.
Dia melanjutkan, pohon Kayu Trembesi dan Mahoni yang ada di pinggir hutan Banjar Klatakan tersebut tumbang karena tanah gembur dan curah hujan yang lebat pada malam hari.
Baca juga: Gianyar Bali Diterjang Angin Kencang, Pohon Tumbang dan Bangunan Rusak
Sehingga tanah tidak bisa menahan akar dari pohon tersebut sehingga mengakibatkan pohon tersebut tumbang menutupi badan jalan.
"Beruntung tidak ada korban jiwa maupun material. Sekitar pukul 07.30 WITA, penanganan pohon tumbang sudah bisa kita lakukan sehingga arus lalulintas kembali lancar," ucapnya.
Dia mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap waspada terhadap ancaman potensi bencana dampak cuaca ekstrem.
Baca juga: HUJAN Deras Guyur Badung Akibatkan Pohon Tumbang Timpa Rumah Kos di Abiansemal, Enam Orang Luka-luka
Terlebih lagi di wilayah hutan Cekik wilayah Melaya hingga Gilimanuk yang banyak terdapat pohon besar di pinggir jalan.
"Kami imbau untuk tetap hati-hati. Jika cuaca buruk sebaiknya jangan memaksakan diri melewati jalur hutan untuk mengantisipasi hal yang tak diinginkan terjadi," imbaunya. (*)