Bupati Dorong Integrasi Transportasi di Stasiun Purwokerto:Target Ekonomi Baru Tumbuh di Pintu Barat
Rustam Aji March 27, 2026 02:07 PM

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menegaskan integrasi layanan Trans Banyumas dengan Stasiun Purwokerto bukan sekadar solusi transportasi, tetapi langkah strategis mendorong pertumbuhan ekonomi baru di wilayah perkotaan.Hal itu disampaikan saat peresmian integrasi layanan Trans Banyumas melalui pintu barat Stasiun Purwokerto, Jumat (27/3/2026).

Sadewo menyebut, keberadaan pintu barat menjadi titik penting dalam menata ulang arus kendaraan dan aktivitas penumpang yang selama ini menumpuk di pintu timur.

"Dengan dibukanya pintu barat ini, kita harapkan bisa mengurai kemacetan dan keruwetan di pintu timur. 

Termasuk soal drop off, yang dulu jadi persoalan karena berbayar, sekarang di pintu barat kita beri gratis 5 menit," 
ujarnya kepada Tribunbanyumas.com.

Menurutnya, kebijakan tersebut tetap mempertimbangkan kelancaran arus lalu lintas. 

Kendaraan yang berhenti lebih dari lima menit akan dikenakan tarif penuh agar tidak menimbulkan penumpukan.

Baca juga: Sadewo Minta Bawahannya Dukung Program Trilas, Jangan Hanya Omon-omon

Ia juga menegaskan, jika kebijakan serupa diterapkan di pintu timur, justru berpotensi menimbulkan kemacetan yang lebih parah.

Lebih jauh, Sadewo melihat integrasi ini sebagai peluang untuk menghidupkan ekonomi kawasan sekitar stasiun.

"Efeknya bukan hanya bagi pengguna kereta api, tapi saya yakin akan mengungkit ekonomi yang lebih besar. 

Ke depan kita dorong ada ruang untuk tenant UMKM, bisa kerja sama dengan perbankan," katanya.

Namun, ia mengakui masih ada pekerjaan rumah yang perlu segera diselesaikan, salah satunya penataan ojek pangkalan di kawasan stasiun agar tidak mengganggu sistem transportasi yang sudah mulai terintegrasi.

Dalam tahap awal, aktivitas di pintu barat menunjukkan respons positif. 

Berdasarkan evaluasi sementara, jumlah pengguna yang memanfaatkan akses tersebut mencapai sekitar 300 orang per hari.

Ke depan, Pemkab Banyumas juga merancang pengembangan lanjutan, termasuk wacana pembangunan jembatan layang yang menghubungkan pintu barat dan timur untuk memperlancar mobilitas penumpang.

Sementara itu, integrasi Trans Banyumas mencakup sejumlah koridor utama.

Koridor 1 melayani rute Ajibarang - Pasar Pon - Stasiun Purwokerto - SMAN 1 Purwokerto dan terhubung dengan Koridor 2 menuju kawasan Unsoed, Baturraden, hingga pusat kota.

Koridor 3A menghubungkan Terminal Bulupitu dengan kawasan kampus seperti Unwiku, Dukuhwaluh, dan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP).

Sedangkan Koridor 3B melayani rute UMP - Stasiun Purwokerto - Terminal Bulupitu yang terintegrasi dengan Trans Jateng menuju Purbalingga serta Koridor 4 ke Kota Lama Banyumas.

Sadewo optimistis, kolaborasi antara pemerintah daerah dan PT KAI ini akan terus berkembang dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat Banyumas, baik dari sisi transportasi maupun ekonomi.

Sementara itu Direktur Sarana Transportasi Jalan, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Amirulloh, menyambut positif integrasi antar moda transportasi. 

"Kalau kita lihat Purwokerto kota yang maju dengan adanya integrasi ini mohon dukungan dari masyarakat agar Trans Banyumas yang diinisiasi kementerian perhubungan yang nantinya akan di take over pemerintah kabupaten Banyumas dapat berjalan dengan baik. 

Banyumas dapat load factor tetap tinggi," imbuhnya. (jti) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.