Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, GUNUNGPUTRI - Jasad seorang pria ditemukan terkubur di kawasan Cikeas, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor.
Pria tersebut diketahui bernama Alfin Maksalmina Windian berusia 28 tahun yang merupakan warga Jakarta Timur.
Korban ditemukan terkubur di dalam lubang dengan kedalaman sekitar tiga meter pada area lahan kosong.
Sebelum jasadnya ditemukan, pihak keluarga sempat melaporkan dugaan penipuan dan penggelapan ke Polres Metro Jakarta Timur.
Jenazah korban baru ditemukan oleh Tim Resmob Polda Metro Jaya setelah kurang lebih dua minggu menghilang.
Akan tetapi, hingga kini penyebab tewasnya Alfin Maksalmina Windian masih menjadi misteri yang menimbulkan tanda tanya.
Pihak kepolisian belum mengungkap secara rinci terkait penyebab maupun kronologi kejadian tersebut.
Namun, aparat penegak hukum mengklaim telah menangkap terduga pelaku yang berkaitan dengan tewasnya Alfin Maksalmina Windian.
Dari pantauan TribunnewsBogor.com, lokasi ditemukannya jenazah Alfin Maksalmina Windian berada di dekat kawasan Korps Brimob Polri di Cikeas.
Lokasi tepatnya berada di area belakang samping dari Gedung Wisata Juang Korps Brimob Polri.
Lubang tersebut berada di lahan milik pribadi dengan akses masuk di pinggir jalan utama.
Titik lubang berada di ujung area pojok dari lahan kosong yang sudah ditumbuhi ilalang cukup tinggi di bawah pepohonan bambu.
Terlihat lubang tersebut saat ini masih menganga dan telah dipasangi garis polisi pascapengungkapan dilakukan.
Di area tersebut pun tercium bau tak sedap dengan radius sekitar lima meter dari titik lubang.
Salah satu warga, Yani yang berjualan di dekat akses masuk menuju lokasi mengaku tidak mengetahui secara pasti kaitan hal tersebut.
"Tadinya gak tau, terus ada denger gitu ada mayat di situ, saya gak liat pastinya," ujarnya saat dijumpai TribunnewsBogor.com, Jumat (27/3/2026).
Meski begitu, ia mengaku melihat sejumlah orang memasuki area tersebut pada waktu sore di hari penemuan jasad Alfin Maksalmina Windian.
Berdasarkan pengelihatannya, sejumlah orang memasuki area tersebut sambil membawa cangkul pada hari penemuan
"Ada yang bawa pacul warga. Cuma kan saya dari dalem ya engga ngeliat banget," katanya.
Sementara itu, menurutnya area tersebut selama ini sepi dari aktivitas maupun lalu lalang masyarakat.
Namun, kata dia, sesekali warga memanfaatkan ilalang di lokasi tersebut untuk pakan ternak.
"Sepi, Kadang ada orang yang suka ngambil rumput tapi jarang, ngambil rumput buat embe atau apa ya gitu," katanya.