TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH - Bengkel motor di Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat (Sulbar), dipadati pelanggan usai arus balik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah.
Lonjakan terjadi seiring kembalinya pemudik ke daerah setelah libur panjang lebaran Idulfitri 1447 Hijriah.
Pantauan Tribun-Sulbar.com, Jumat (27/3/2026), antrean kendaraan terlihat sejak pagi di sejumlah bengkel di Desa Topoyo, Kecamatan Topoyo.
Baca juga: PO Rinra Trans Klarifikasi Kasus Dugaan Penipuan Tiket Rp10 Juta di Mamuju, Siap Mediasi
Baca juga: Jual LPG 3 Kg hingga Rp 50 Ribu, Pengecer Ilegal di Mamuju Terancam Penjara 4 Tahun Denda Rp 10 M
Mayoritas warga datang untuk melakukan perawatan kendaraan setelah menempuh perjalanan jauh.
“Langsung ganti oli, Pak,” ujar Jamal, warga yang mengantre di salah satu bengkel.
Mekanik bengkel di Topoyo, Adryan, mengatakan penggantian oli menjadi layanan yang paling banyak diminati.
“Banyak yang ganti oli, karena habis perjalanan jauh oli cepat kotor,” ujarnya.
Ia menyebut biaya penggantian oli berkisar Rp50 ribu hingga Rp70 ribu.
Harga tersebut tergantung jenis motor dan kualitas oli yang digunakan.
Menurutnya, pemudik kini lebih selektif dalam memilih oli.
Hal itu dipengaruhi kekhawatiran terhadap peredaran oli palsu.
Warga cenderung memilih bengkel terpercaya dan produk berkualitas.
Selain ganti oli, pemeriksaan rem dan kondisi ban juga dilakukan.
Namun, layanan tersebut tidak sebanyak permintaan penggantian oli.
“Perawatan rutin itu penting setelah mudik, agar mesin tetap awet dan aman digunakan,” tutup Adryan.(*)
Laporan wartawan Tribun Sulbar, Sandi Anugrah