Perjalanan silaturahmi di momen Lebaran 2026 di Natuna, berubah menjadi tragedi memilukan.
Satu keluarga asal Teluk Depeh, Desa Cemaga Selatan, Kecamatan Bunguran Selatan, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengalami kecelakaan maut di Jembatan Silas, Desa Kelanga, Kecamatan Bunguran Timur Laut pada Kamis (26/3/2026) pagi.
Kecelakaan di Natuna ini tidak hanya merenggut nyawa dua orang anak, tetapi juga meninggalkan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.
Pagi itu, MS (15), ibunya Salbiah (49), dan keponakan kecilnya Nu (6), berangkat dari Kampung Teluk Depeh menuju Desa Teluk Buton, Kecamatan Bunguran Utara mengendarai sepeda motor.
Tujuan mereka sederhana, yakni ingin menyambangi dan bersilaturahmi dengan sanak saudara. Ditambah masih dalam momen Hari Raya Idulfitri 2447 Hijriah.
Mereka tidak sendirian. Ada anggota keluarga lain naik dua sepeda motor berbeda, ikut dalam rombongan perjalanan tersebut.
Namun nahas, perjalanan yang penuh niat baik itu terhenti di tengah jalan.
Saat melintas di Jembatan Silas, Desa Kelanga, sepeda motor yang dikendarai MS kehilangan kendali dan menghantam trotoar dan pagar pembatas jembatan.
Benturan keras membuat remaja MS dan bocah Nu meninggal dunia di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Sementara sang ibu, Salbiah selamat dan kini masih menjalani perawatan medis.
Di balik itu, keluarga di Teluk Buton yang menanti kedatangan mereka justru menerima kabar tragis dan masih belum sepenuhnya percaya.
“Mereka itu tujuannya ke rumah saya di Teluk Buton. Ditunggu-tunggu tak sampai-sampai, ternyata dapat kabar tak baik,” ujar Samsudin, warga Teluk Buton yang merupakan paman Salbiah.
Ia terkejut saat mengetahui kabar kecelakaan maut yang menimpa keluarganya itu.
Niat berkumpul dalam suasana Lebaran pun berubah menjadi suasana duka.
“Kami kaget, seperti tak percaya. Niatnya mau silaturahmi karena masih suasana lebaran. Memang setiap tahunnya biasa main ke sini. Jadi kami langsung ke Teluk Depeh untuk ikut pemakaman. Kalau ibunya masih di rumah sakit,” katanya.
Pria yang akrab disapa Sam itu menjelaskan, dua korban yang meninggal dunia telah dimakamkan pada Kamis sore di Teluk Depeh.
Suasana haru pun menyelimuti prosesi pemakaman yang dihadiri keluarga dan warga setempat.
“Yang meninggal itu anak laki-laki dari Salbiah dan anak perempuan kecil itu cucunya. Keluarga syok sekali karena kejadian ini tiba-tiba,” ungkapnya.
Ia menyebutkan, rombongan keluarga tersebut berangkat sejak pagi hari dengan tiga sepeda motor, sebelum akhirnya musibah terjadi sekitar pukul 09.05 WIB.
"Yang namanya ajal tak ada yang tahu, semoga husnul khotimah," tutur Sam.
Sebelumnya, Kasat Lantas Polres Natuna, AKP Erwan Toni, membenarkan kejadian tersebut.
Berdasarkan hasil olah TKP, kecelakaan terjadi akibat pengendara kehilangan kendali saat melintas di jembatan.
“Motor kehilangan kendali lalu menabrak pembatas jembatan, yang menyebabkan benturan cukup keras,” katanya.
Benturan itu membuat ketiga penumpang terpental dan terseret sejauh kurang lebih 5 meter dari titik tabrak.
Berawal dari niat baik untuk mempererat silaturahmi di hari raya, kini berubah menjadi duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.