Finlandia kembali dinobatkan sebagai negara paling bahagia di dunia pada 2026. Capaian itu memperpanjang rekor Finlandia yang sudah sembilan tahun berturut-turut berada di posisi teratas dalam Laporan Kebahagiaan Dunia.
Laporan yang didukung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan dirilis pada 18 Maret itu mengurutkan 147 negara berdasarkan sejumlah indikator. Mulai dari dukungan sosial, harapan hidup sehat, kebebasan, kemurahan hati, hingga persepsi terhadap korupsi.
Dilansir dari , Jumat (27/3/2026) dominasi Finlandia bukan tanpa alasan. Laporan tersebut menyebut negara-negara Eropa Utara secara konsisten unggul berkat kombinasi tingkat kesejahteraan yang tinggi, distribusi pendapatan yang relatif merata, sistem perlindungan sosial yang kuat, serta harapan hidup yang panjang.
Selain Finlandia, posisi teratas juga diisi negara-negara Nordik seperti Islandia, Denmark, Swedia, dan Norwegia. Laporan ini disusun setiap tahun oleh Pusat Penelitian Kesejahteraan di Universitas Oxford, berdasarkan survei terhadap sekitar 100.000 responden di lebih dari 140 negara dan wilayah.
Para responden diminta menilai kualitas hidup mereka secara menyeluruh. Di tengah dominasi negara Nordik, Kosta Rika mencuri perhatian dengan menempati posisi keempat.
Peringkat tersebut menjadi yang tertinggi yang pernah dicapai negara Amerika Latin dalam sejarah laporan ini. Penilaian dalam laporan mengacu pada sejumlah indikator utama seperti produk domestik bruto (PDB) per kapita, harapan hidup, tingkat kemurahan hati, serta persepsi masyarakat terhadap kebebasan dan korupsi.
Selain tingkat kebahagiaan global, laporan tahun tersebut juga menyoroti perubahan pola kesejahteraan, khususnya di kalangan anak muda.
Sungai Kemijoki dii Finlandia. (Alexander Kuznetsov/Reuters)
|
"Di Amerika Utara dan Eropa Barat, kaum muda jauh kurang bahagia dibandingkan 15 tahun yang lalu. Selama periode yang sama, penggunaan media sosial telah meningkat pesat," demikian isi laporan tersebut.
Temuan lain menunjukkan bahwa durasi penggunaan media sosial berpengaruh terhadap tingkat kesejahteraan. Penggunaan dalam jumlah kurang dari satu jam per hari dikaitkan dengan kondisi yang lebih baik dibandingkan tidak menggunakan sama sekali.
Sebaliknya, penggunaan berlebihan justru berkorelasi dengan penurunan kesejahteraan. Survei terhadap mahasiswa di Amerika Serikat bahkan menemukan kecenderungan kelelahan terhadap media sosial.
"Mayoritas berharap platform media sosial tidak ada. Mereka menggunakannya karena orang lain menggunakannya, tetapi mereka lebih suka jika tidak ada yang menggunakannya," lanjut laporan tersebut.
Dari laporan , editor Jan-Emmanuel De Neve menegaskan bahwa dampak media sosial tidak bisa disederhanakan.
"Bukti global menunjukkan dengan jelas bahwa hubungan antara penggunaan media sosial dan kesejahteraan kita sangat bergantung pada platform apa yang kita gunakan, siapa yang menggunakannya, dan bagaimana caranya, serta berapa lama kita menggunakannya," kata De Neve.
Konsistensi Finlandia di puncak daftar ini mempertegas bahwa kebahagiaan sebuah negara tidak hanya ditentukan oleh faktor ekonomi semata, tetapi juga oleh kuatnya sistem sosial dan kualitas hidup yang terjaga dalam jangka panjang.
Berikut 25 negara paling bahagia di dunia pada 2026:
1. Finlandia
2. Islandia
3. Denmark
4. Kosta Rika
5. Swedia
6. Norwegia
7. Belanda
8. Israel
9. Luksemburg
10. Swiss
11. Selandia Baru
12. Meksiko
13. Irlandia
14. Belgia
15. Australia
16. Kosovo
17. Jerman
18. Slovenia
19. Austria
20. Republik Ceko
21. Uni Emirat Arab
22. Arab Saudi
23. Amerika Serikat
24. Polandia
25. Kanada








