Libur Lebaran Tidak Berefek ke Pedagang Pantai Kuta: Tetap Sepi
GH News March 27, 2026 04:09 PM
Badung -

Para pedagang di Pantai Kuta Bali mengeluh tidak merasakan efek libur Lebaran tahun 2026. Jualan mereka tetap sepi tidak ada pembeli.

Para pedagang itu menyebut tidak ada peningkatan penjualan yang signifikan pada momen libur panjang Idulfitri atau Lebaran 2026.

Salah satunya diungkapkan Wayan Asih, seorang penjual pakaian di pojok Pantai Kuta. Ia mengaku penjualan di periode liburan tak berbeda dengan hari-hari biasa.

"Kayaknya tahun ini, Lebaran nggak Lebaran tuh kayaknya kok sama aja ya. Pokoknya sepi gitu kan. Bisnisnya lagi sepi nih," ujarnya saat ditemui sedang menata baju di tokonya, Kamis (26/3/2026).

Pada momen Lebaran kali ini, ia mengamati kawasan Pantai Kuta ramai pada tiga hari pertama Lebaran. Namun, kondisi tersebut tidak berdampak besar terhadap penjualan di tokonya.

Ia menilai kondisi ini salah satunya dipengaruhi oleh konflik di Timur Tengah yang berdampak pada penurunan jumlah wisatawan, khususnya dari Eropa. Saat ini, ia lebih banyak mengandalkan wisatawan asal Australia dan sebagian dari China.

"Pengunjungnya sekarang di sini kan Australia aja. Eropa kan nggak ada. Kalau pengunjung lokal, nggak begitu," jelas perempuan 64 tahun itu.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh penjual minuman di pinggir Pantai Kuta. Penjualannya landai selama libur Lebaran.

"Biar Lebaran segini juga, nggak ada peningkat-peningkatan," jelas perempuan yang wanti-wanti namanya tidak ditulis itu sembari duduk menunggu pelanggan.

Ia juga menilai kondisi Pantai Kuta saat Lebaran belakangan ini tidak seramai tiga hingga empat tahun lalu. Pengunjung lokal yang mampir saat Idulfitri sudah tidak terlalu banyak.

"Orang-orang Jawa ke sini biasa aja. Nggak banyak. Bagaimana ya bilang, nggak kayak dua, tiga, empat tahun yang lalu itu kan banyak," keluhnya.

Sementara itu, berbeda dengan Wayan Asih, pedagang tersebut menilai penurunan kunjungan wisatawan sangat dipengaruhi kondisi Pantai Kuta yang mengalami abrasi parah. Menurutnya, hal itu membuat wisatawan merasa kurang nyaman dan mengurangi keindahan pantai tersebut.

"Soalnya pantainya gini, udah abrasi ini ya. Kalau pantainya bagus ya, pasti ada aja ya pengunjungnya. Karena pantainya gini, kan balik pengunjung. Abrasinya kerasa loh," ungkapnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.