Darurat Abrasi di Aceh Jaya, 1.500 Pohon Siap Ditanam di Krueng Teunom
Muhammad Hadi March 27, 2026 04:35 PM

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Riski Bintang | Aceh Jaya

SERAMBINEWS.COM, CALANG - LPLHI-KLHI Aceh Jaya bekerja sama dengan PDI Perjuangan Aceh Jaya akan menggelar kegiatan bakti sosial berupa restorasi vegetasi di kawasan Krueng Teunom pada tahun 2026. 

Program ini bertujuan untuk mengatasi abrasi sungai yang semakin mengancam lingkungan dan pemukiman warga.

Ketua LPLHI-KLHI Aceh Jaya, Zulfikri, mengatakan bahwa abrasi di tepian Krueng Teunom saat ini semakin parah dan menjadi ancaman nyata bagi perkebunan serta rumah masyarakat di sekitar aliran sungai.

“Kondisi abrasi yang semakin mengganas membuat kami berinisiatif melakukan aksi nyata melalui penanaman pohon sebagai langkah mitigasi,” ujar Zulfikri.

Kegiatan bakti sosial ini dijadwalkan berlangsung pada 11 April 2026 di tiga lokasi, yakni Gampong Krueng Beukah, Gampong Bintah, dan Gampong Alue Jang di Kecamatan Pasie Raya, Kabupaten Aceh Jaya.

Baca juga: Polisi Selidiki Temuan Bayi di Aceh Jaya, Diletakkan di Dalam Masjid

Dalam kegiatan tersebut, para relawan akan menanam sebanyak 1.000 batang pohon Ijaloeh dan 500 batang bambu di sepanjang pinggiran sungai. 

Program ini juga melibatkan pemuda dari tiga gampong sebagai bentuk partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Menurut Zulfikri, kegiatan ini bukan hanya aksi penghijauan, tetapi juga bentuk edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian alam.

“Ini adalah wujud solidaritas pemuda dan komitmen terhadap lingkungan. 

Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menanam pohon sebagai upaya mencegah abrasi,” tambahnya.

Baca juga: Harga Emas di Lhokseumawe, Banyak yang Jual Emas Setelah Lebaran, Segini Harga Emas Per Mayam

Menjaga keberlangsungan ekosistem sungai

Sementara itu, Ketua Divisi Daerah Aliran Sungai (DAS) LPLHI-KLHI Provinsi Aceh, Fahrun Rozi, menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut. 

Ia menilai program ini sangat penting dalam menjaga keberlangsungan ekosistem sungai.

Fahrun juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan daerah aliran sungai (DAS) demi keberlanjutan lingkungan hidup serta habitat yang ada di dalamnya.

“Pelestarian DAS adalah tanggung jawab bersama untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan kehidupan masyarakat,” tegasnya.(*)

Baca juga: Aceh Jaya Serahkan Bantuan untuk Santri Terdampak Bencana 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.