Kronologi Penemuan Jasad 2 Pria di Atap Masjid Brebes, Belatung Jadi Petunjuk
Fadri Kidjab March 27, 2026 05:47 PM

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Masjid Miftahul Jannah menjadi saksi bisu tragedi memilukan di Desa Pangaradan, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah.

Dua orang pria yang sempat dikabarkan hilang secara misterius, ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di bagian atap gedung (dak) masjid pada Rabu (25/3/2026).

Petunjuk utama keberadaan jenazah tersebut berasal dari fenomena ganjil yang disadari warga saat berada di area tempat wudhu perempuan.

Sejumlah belatung terlihat berjatuhan dari sela-sela plafon, yang kemudian memicu kecurigaan adanya bangkai di bagian atas bangunan.

Awalnya, warga mengira ada hewan yang mati, namun bau busuk yang kian tajam mengarahkan kecurigaan pada hal yang lebih mengerikan. Setelah dilakukan pengecekan ke lantai tiga atau bagian dak atap, warga dan marbot masjid terperanjat menemukan dua sosok manusia yang sudah membusuk.

Kondisi jenazah yang ditemukan menunjukkan bahwa keduanya telah meninggal dunia selama beberapa hari sebelum ditemukan.

Pihak kepolisian yang tiba di lokasi segera melakukan sterilisasi area untuk proses evakuasi yang berlangsung dramatis.

Identitas kedua korban akhirnya terungkap sebagai Iwantoro (29) dan Bambang Suherman (44), yang keduanya merupakan warga desa setempat.

Hilang Sejak Persiapan Lebaran

Pada  Jumat (20/3/2026), warga dan pengurus masjid sedang melakukan persiapan teknis menjelang Hari Raya Idulfitri.

Marhadi (37), sepupu salah satu korban, saat itu sedang berada di atap masjid untuk memasang lampu hias atau list.

Di atas ketinggian itulah, ia terakhir kali berinteraksi langsung dengan Iwantoro dan Bambang Suherman.

Iwantoro sempat menghampiri Marhadi dengan maksud meminta tolong untuk ditemani pergi.

Tujuannya adalah rumah sang istri yang berlokasi di Kecamatan Songgom, Brebes.

Namun, karena tuntutan pekerjaan pemasangan lampu yang belum usai, Marhadi terpaksa menolak ajakan tersebut.

"Saya bilang tidak bisa karena sedang banyak kerjaan di masjid," kenang Marhadi dengan nada sesal.

Setelah penolakan tersebut, Marhadi berpindah posisi ke lantai dua untuk memasang kipas angin.

Ia berasumsi kedua pria tersebut sudah turun dan meninggalkan area masjid untuk pulang ke rumah masing-masing.

Kecurigaan keluarga mulai muncul ketika hingga larut malam di hari Jumat tersebut, Iwantoro dan Bambang tak kunjung kembali.

Kekhawatiran memuncak tepat pada hari Sabtu (21/3/2026), yang bertepatan dengan perayaan Idulfitri.

Di saat warga lain bersuka cita merayakan hari kemenangan, keluarga korban justru dirundung kebingungan luar biasa.

Upaya pencarian mandiri telah dilakukan ke berbagai tempat, namun tidak membuahkan hasil sedikitpun.

Keluarga bahkan sudah menempelkan selebaran orang hilang di berbagai titik strategis di Kecamatan Tanjung.

Tak berhenti di situ, informasi kehilangan juga disebarkan secara masif melalui berbagai platform media sosial.

Laporan resmi pun akhirnya dilayangkan ke Polsek Tanjung guna mendapatkan bantuan pencarian dari pihak berwajib.

Selama lima hari, keberadaan mereka menjadi teka-teki besar bagi seluruh warga Desa Pangaradan.

Petunjuk dari Langit-langit Masjid

Proses evakuasi jenazah warga Brebes yang ditemukan tewas
PENEMUAN MAYAT -- Detik-detik evakuasi jenazah warga Brebes yang ditemukan tewas membusuk di atap Masjid Miftahul Jannah Desa Pangaradan, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, Rabu (25/3/2026) malam. (Tribun Jateng)

Misteri hilangnya mereka baru terpecahkan pada Rabu sore melalui kesaksian warga yang hendak berwudhu.

Kepala Dusun Pangaradan, Eko Setianto, membenarkan bahwa belatung yang jatuh di area wudhu putri adalah "pesan" alamiah yang mengakhiri pencarian.

Marbot masjid yang menerima laporan warga segera memanjat tangga menuju dak lantai tiga untuk memastikan sumber aroma busuk.

Setelah dicek, marbot menemukan dua jenazah tergeletak berdampingan dengan kondisi tubuh yang sudah membengkak.

Kasat Reskrim Polres Brebes, AKP Farid Nur Aziz, segera memimpin tim untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Berdasarkan hasil visum di RSUD Brebes, ditemukan luka bakar yang signifikan pada sekujur tubuh kedua korban.

Polisi menyimpulkan bahwa penyebab utama kematian adalah sengatan listrik bertegangan tinggi.

Di lokasi penemuan, ditemukan kabel listrik PLN yang menjuntai di lantai dak masjid yang diduga menjadi sumber setruman.

"Kematian murni kecelakaan akibat sengatan listrik, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan," tegas AKP Farid.

Estimasi waktu kematian diperkirakan sudah terjadi empat hingga lima hari sebelum jenazah ditemukan. Kini, pihak keluarga menyatakan telah ikhlas menerima kejadian tragis ini sebagai musibah dan takdir yang tak terelakkan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.