TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN- Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan gas dikuatirkan terjadi Indonesia akibat konflik dan gejolak internasional, termasuk di wilayah Provinsi Riau.
Krisis energi diprediksi akan melanda seluruh wilayah Indonesia dan membuat masyarakat sulit mendapat pasokan Migas.
Bahkan, pemerintah telah mencanangkan Work From Home (WFH) bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk efisiensi energi.
Amatan tribunpekanbaru.com di Kabupaten Pelalawan, krisis energi berupa BBM dan gas belum terlihat. Aktivitas pengisian BBM di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Tak ada penumpukan kendaraan di SPBU Jalan Koridor PT RAPP Kilometer 5 Pangkalan Kerinci. Mobil berukuran besar tetap lancar mengisi BBM jenis solar subsidi.
Pasokan BBM masih aman dan lancar hingga satu pekan setelah Hari Raya Idul Fitri ini.
"Belum ada pengurangan jatah BBM bang. Masih aman," kata petugas SPBU, Nanang kepada tribunpekanbaru.com, Jumat (27/3/2026).
Baca juga: Stok BBM dan Gas Elpiji 3 Kg di Pekanbaru Terpantau Aman
Demikian juga di SPBU Jalan Lintas Timur (Jalintim) Kilometer 55, kendaraan yang mengisi BBM subsidi biosolar maupun pertalite masih lancar. Termasuk di SPBU di tengah Kota Pangkalan Kerinci yang sering terjadi antrian solar, juga tetap aman dan normal.
"Biasa kalau di SPBU kota selalu antri kalau mau isi solar. Sekarang masih lancar," kata warga Pangkalan Kerinci bernama Taufik.
Ketersediaan gas elpiji di Pangkalan Kerinci terpantau masih normal. Stok elpiji subaidi jenis 3 Kilogram terlihat di beberapa pangkalan gas yang ada di Jalan Akasia, Jalan Seminai, maupun lokasi lainnya. Pasokan dari agen belum ada pembatasan maupun pengurangan sebagai dampak krisis energi.
"Aman-aman saja sampai sekarang. Kalau ada yang beli tetap dilayani sepanjang stok masih ada," ungkap pemilik pangkalan gas, Irma.
Kepala Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan dan UKM Pelalawan, Hanafie mengutarakan, pihaknya belum mendapatkan laporan perihal Kelangkaan gas elpiji 3 Kg maupun pembatasan BBM subsidi di Pelalawan.
"Mudah-mudahan tidak sampai terdampak ke masyarakat. Karena baru selesai lebaran, warga juga baru mulai aktivitas perekonomiannya," sebut Hanafie.
(Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)