BANJARMASINPOST.CO.ID - Fakta di masyarakat Indonesia, ulah juru parkir seringkali bikin kesal warga pemilik kendaraan bermotor.
Terlebih tukang parkir yang tak terlihat batang hidungnya saat warga memarkir sepeda motor atau mobilnya.
Namun ketika pemilik kendaraan selesai berurusan dan mengambil kendaraannya, tiba-tiba saja juru parkir muncul dan meniup peluitnya.
Bagi yang enggan ribut-ribut, biasanya merelakan saja bayar parkir Rp 2.000 atau Rp 5.000.
Fenomena itu terjadi hampir di seluruh Tanah Air. Dan sejauh ini terus berlangsung.
Baca juga: Wacana Pembayaran Digabung Pajak STNK, Juru Parkir di Banjarmasin Langsung Khawatir
Makanya, warga (awalnya) banyak yang ‘senang’ ketika melihat sebuah viral di sosial media.
Rekaman itu memperlihatkan seorang juru parkir (jukir) bersenjata pisau dikejar warga Bukit Baruga Antang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Perseteruan jukir dan warga itu diunggah sejumlah akun Instagram. Satu di antaranya @makassar_iinfo.
Dalam rekaman video, beberapa warga berusaha menyerang sang jukir yang membawa pisau dapur.
Warga menyerang sang jukir menggunakan balok, bambu hingga lemparan batu.
Semula, di beberapa unggahan, sang jukir disebut diduga meminta tarif lebih hingga membuat warga kesal.
Kapolsek Manggala Kompol Semuel To'longan yang dikonfirmasi membenarkan peristiwa itu.
Peristiwa itu kata Semuel To'longan terjadi di Jalan Baruga Raya, Antang, pada Rabu (25/3/2026)
Hanya saja, kata dia, perseteruan terjadi bukan karena persoalan tarif parkir.
Melainkan persoalan pribadi sang jukir berinisial AR (52) yang mencari keberadaan istrinya berinisial N (35).
"Jadi kronologinya, awalnya AR pergi mencari istrinya yang sudah setahun tidak pulang pulang ke rumah," ujar Kompol Semuel.
Saat mendapati sang istri di lokasi parkir itu, lanjut Semuel, N lari ketakutan ke tengah kerumunan warga dan meminta tolong.
"Istrinya lari ke tengah masyarakat untuk meminta tolong dan masyarakat dengan spontan membantu istrinya yang dikejar oleh suaminya," terang kapolsek.
Lebih jauh, Kompol Semuel mengungkapkan, alasan N tak pulang-pulang ke rumah lantaran dirinya menikahkan putri mereka tanpa persetujuan AR.
"AR mengamuk karena dendam dengan istrinya disebabkan karena menikahkan anak perempuan tanpa seizin pak Arifin dan tidak pulang ke rumahnya selama setahun," beber kapolsek.
AR lebih tersulut emosi lagi lantaran curiga istrinya telah bersama pria lain.
"AR juga cemburu sama istrinya karena tidak pernah pulang kerumah selama setahun dan dicurigai oleh suaminya karena ada lelaki lain selain dirinya sehingga mencari istrinya dengan emosi," ungkap Semuel.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, AR kini diamankan di Mapolsek Manggala.
(Tribun-Timur.com)