Pemerintah RI Pusing Selat Hormuz Diblokade, Menteri Bahlil Turun Gunung Atasi Kelangkaan BBM
Candra Isriadhi March 27, 2026 08:04 PM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah berdampak langsung pada Indonesia.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa pemerintah saat ini masih terus melakukan negosiasi dengan pihak Iran.

Upaya tersebut dilakukan agar dua kapal tanker milik Pertamina bisa melintas di Selat Hormuz.

PERANG IRANG AS - Dua kapal Pertamina Indonesia masih tertahan di Selat Hormuz.
PERANG IRANG AS - Dua kapal Pertamina Indonesia masih tertahan di Selat Hormuz. (KOMPAS.com/Seto Ajinugroho)

Diketahui, dua kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS) hingga kini masih tertahan di kawasan Teluk Arab.

"Kita masih komunikasi terus. Memang tidak mudah untuk kita bisa melakukan bagaimana caranya agar kapal kita keluar dari Selat Hormuz," ujar Bahlil di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (27/3/2026).

Kondisi ini terjadi seiring meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut.

Baca juga: Kumpulan GIF Gambar Bergerak Idul Fitri 2026 Hari Raya Lebaran 1447 H, Download Gratis Tanpa Iklan

Iran diketahui masih melakukan blokade terhadap akses pelayaran di Selat Hormuz, menyusul memanasnya konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.

Situasi tersebut membuat tidak semua kapal bisa melintas bebas. Hanya kapal dari negara-negara tertentu yang mendapatkan izin untuk melewati jalur strategis tersebut.

Akibatnya, aktivitas distribusi energi, termasuk milik Indonesia, ikut terdampak.

Pemerintah pun kini terus berupaya mencari solusi terbaik agar kapal-kapal tersebut dapat segera melanjutkan perjalanan dengan aman.

PENUTUPAN SELAT HORMUZ - Penutupan Selat Hormuz akibat konflik AS–Israel dan Iran membuat pelaku usaha Indonesia bersiap menghadapi lonjakan biaya logistik dan potensi kenaikan harga barang.
PENUTUPAN SELAT HORMUZ - Penutupan Selat Hormuz akibat konflik AS–Israel dan Iran membuat pelaku usaha Indonesia bersiap menghadapi lonjakan biaya logistik dan potensi kenaikan harga barang. ((Ist)/Wikimedia Commons)

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital yang menyalurkan sekitar seperlima pasokan minyak mentah dan gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) dunia.

Bahlil pun menegaskan bahwa koordinasi intensif masih terus dibangun pemerintah Indonesia dengan Iran untuk mengeluarkan dua kapal RI dari kawasan konflik tersebut.

"Tapi komunikasi terus kita bangun," ucap dia.

Adapun dua kapal tanker Indonesia yang masih berada di Teluk Arab adalah VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro.

Baca juga: Teka-teki Ayah Kandung Ressa Rossano, Denada Bongkar Fakta: Bukan Teuku Ryan, Adjie Pangestu & Iwa K

Kapal Gamsunoro melayani kargo milik konsumen pihak ketiga (third party), sedangkan VLCC Pertamina Pride mengangkut pasokan minyak mentah (light crude oil) untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri.

Sementara itu, Iran baru-baru ini sudah mengizinkan kapal-kapal dari negara tetangga, seperti Thailand dan Malaysia untuk melewati Selat Hormuz.

Kapal tanker milik Bangchak Corporation, perusahaan asal Thailand telah melintasi Selat Hormuz dengan aman pada Senin (23/3/2026), setelah Bangkok dan Iran melakukan koordinasi diplomatik.

Pelayaran aman kapal tanker Thailand ini terjadi dua minggu setelah kapal pengangkut berbendera Thailand, Mayuree Naree, sempat diserang proyektil di selat tersebut.

PERANG IRAN AS - Kapal perang Iran terlihat saat latihan angkatan laut gabungan dengan angkatan laut Rusia di Samudera Hindia, Iran 16 Februari 2021.
PERANG IRAN AS - Kapal perang Iran terlihat saat latihan angkatan laut gabungan dengan angkatan laut Rusia di Samudera Hindia, Iran 16 Februari 2021. (Dok./IRANIAN ARMY/WANA)

Menurut Menteri Luar Negeri Thailand Sihasak Phuangketkeow, dirinya melakukan pembicaraan dengan Duta Besar Iran untuk Thailand, Nasereddin Heydari, dan meminta agar kapal-kapal asal negaranya bisa dibantu melewati selat dengan aman.

"Mereka menjawab bahwa mereka akan mengurusnya dan meminta kami menyampaikan daftar kapal yang akan melintas," ujar Sihasak sebagaimana dikutip Bangkok Post.

Sementara Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim menyatakan kapal-kapal Malaysia kini telah diizinkan melintas di Selat Hormuz, setelah melakukan komunikasi dengan sejumlah pemimpin kawasan, termasuk Iran, Mesir, dan Turki.

Pemerintah Malaysia saat ini tengah memproses pembebasan kapal tanker minyak negaranya, beserta para pekerjanya agar dapat melanjutkan perjalanan pulang.

"Kami sekarang sedang dalam proses membebaskan kapal tanker minyak Malaysia dan para pekerja yang terlibat agar mereka dapat melanjutkan perjalanan pulang," ujar Anwar, dikutip dari Reuters, Jumat (27/3/2026).

(Tribunnewsmaker.com/Kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.