TRIBUNBANYUMAS.COM, KEBUMEN - Investor menjajaki kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen untuk mengolah sampah menjadi gas.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan (DLHKP) Kebumen, Asep Nurdiana menyampaikan, sampah memang masih menjadi permasalahan utamanya melihat kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Semali dan Kaligending yang diperkirakan sudah penuh 3-6 tahun kedepan.
Beberapa upaya kini telah dilakukan seperti kebijakan bupati mengenai pengelolaan sampah dari hulu dengan mengalokasikan dana desa 7-15 persen. Selain itu juga kebijakan bupati dengan mengalokasikan anggaran untuk pembuatan Refuse Derived Fuel (RDF).
"Kemarin juga ada dari investor ya, investor itu survei dan rencananya akan membangun pabrik mengolah sampah menjadi gas," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (27/3/2026).
Investor tersebut merupakan perusahaan dari Jerman yang mendapatkan dana dari Kerajaan Inggris. Lanjutnya, pemda diminta untuk menyediakan lahan untuk lokasi pembangunan pabrik pengolahan sampah tersebut.
Asep menuturkan, rencana tanah pemda di Desa Tanggulangin Kecamatan Klirong dapat digunakan untuk lokasi pabrik. Pasalnya di lokasi tersebut aksesnya mudah berada di Jalan Lingkar Selatan.
"Multiplier effect luar biasa menyerap tenaga kerja 1.000 orang," terangnya.
Di sisi lain pemda nantinya juga akan mendapatkan bagi hasil dari sampah yang dikelola serta sewa lahan. Menurutnya, terkait kerja sama tersebut kini masih berproses.
"Kalau ini terealisasi, mereka butuh sampah 1.000 ton sehari. Konversi kita kan 600-700 ton per hari, yang dikelola oleh layanan kita baru 100 ton," jelas Asep.
Apabila nantinya kebutuhan sampah belum terpenuhi dari wilayah Kabupaten Kebumen juga bisa bekerja sama dengan kabupaten tetangga seperti Purworejo. (Ais).