Semarak Tradisi Ketupat di Tapa Gorontalo, Emak-emak Balap Karung hingga Main Bola di Lapangan Ippot
Fadri Kidjab March 27, 2026 10:47 PM

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Suasana perayaan tradisi Ketupat 2026 di Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, berlangsung meriah.

Warga dari berbagai desa memadati Lapangan Ippot yang terletak di Desa Talumopatu, Jumat (27/3/2026) sore.

Sejak pukul 15.00 Wita, masyarakat mulai berdatangan bersama keluarga dan kerabat. Lapangan yang menjadi pusat kegiatan tersebut dipenuhi sorak-sorai penonton yang antusias menyaksikan berbagai lomba tradisional.

Sejumlah perlombaan digelar untuk memeriahkan suasana, mulai dari lari karung estafet, lari kelereng, lomba kursi goyang, hingga sepak bola dangdut yang diikuti oleh perempuan dewasa (emak-emak).

Teriakan penonton pecah, terutama saat lomba lari karung berlangsung; peserta dan penonton tampak larut dalam kegembiraan yang sama.

Anak-anak terlihat ceria berlarian di sekitar arena, sementara warga lainnya duduk di pinggir lapangan menikmati atmosfer perayaan. Banyaknya pengunjung yang datang bersama keluarga menjadikan lokasi ini sebagai ruang komunal dalam rangkaian perayaan Ketupat tahun ini.

Dampak Positif bagi Ekonomi Lokal

Baca juga: Tradisi Ketupat di Kota Utara Gorontalo, Warga Siapkan Ribuan Hidangan hingga Perlombaan Tradisional

Potret anak-anak berpartisipasi dalam lomba balap kelereng
TRADISI KETUPAT — Potret anak-anak berpartisipasi dalam lomba balap kelereng di Lapangan Ippot Tapa, Jumat (27/3/2026). (Sumber: TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga)

Di sisi lain, aktivitas ekonomi warga turut menggeliat. Pedagang makanan dan minuman memadati area sekitar lapangan. 

Lapak-lapak sederhana ramai diserbu pembeli, menciptakan perputaran uang yang dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.

Sponsor utama kegiatan, Hendra Saputra Koniyo, menyampaikan bahwa acara ini merupakan momentum penting untuk mempererat kebersamaan. Ia menilai keterlibatan berbagai unsur, mulai dari tokoh masyarakat hingga aparat pemerintah, menjadi kekuatan utama dalam menjaga kekompakan wilayah.

"Jika semua pihak solid, kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan setiap tahun. Selain hiburan, ini adalah wadah menyatukan masyarakat dalam suasana kekeluargaan," ujar Hendra.

Ia juga menekankan pentingnya mendorong sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). "UMKM harus ikut tumbuh. Melalui kegiatan seperti ini, dampak ekonomi bisa dirasakan langsung oleh warga," tambahnya.

Apresiasi Pemerintah Setempat

Camat Tapa, Rahmat Hidayat Helingo, mengapresiasi kolaborasi seluruh pihak dalam menyukseskan rangkaian acara tersebut. Ia menilai pemilihan Lapangan Ippot sebagai lokasi kegiatan adalah langkah strategis untuk mendistribusikan pusat keramaian.

Menurut Rahmat, selama ini perayaan Ketupat cenderung terpusat di titik-titik tertentu saja. Dengan adanya kegiatan di Tapa, masyarakat memiliki alternatif lokasi tanpa mengurangi kemeriahan tradisi.

"Ini membantu mengurai kepadatan sekaligus memberi ruang bagi masyarakat untuk menikmati suasana Ketupat dengan lebih leluasa," jelas Rahmat.

Ia berharap kegiatan serupa dapat dikembangkan menjadi agenda tahunan yang konsisten mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Rahmat juga mengingatkan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban agar seluruh masyarakat dapat menikmati perayaan dengan aman dan nyaman.

Di tengah riuhnya perlombaan, Lapangan Ippot kini menjadi simbol kebersamaan. 

Tradisi Ketupat di Tapa terbukti tidak hanya menghadirkan kemeriahan, tetapi juga memperkuat ikatan sosial serta menggerakkan roda ekonomi kerakyatan. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.