- Iran geram, tentara Amerika Serikat (AS) berlindung di hotel-hotel sipil selama eskalasi dua negara itu berlangsung.
Militer Iran kini mengancam bakal menargetkan hotel-hotel yang menampung tentara AS di seluruh kawasan Timur Tengah. Sejumlah hotel yang diduga menampung tentara AS disebut telah masuk dalam daftar target rudal Iran.
Pernyataan itu disampaikan oleh juru bicara angkatan bersenjata Iran Abolfazl Shekarchi pada Jumat (27/3). Pejabat militer Iran itu menegaskan pihaknya bakal menyerang tentara AS di mana pun mereka berada.
"Ketika semua orang Amerika (pasukan) masuk ke sebuah hotel, maka dari perspektif kami hotel itu menjadi Amerika," kata Shekarchi. Ia mempertanyakan apakah Iran harus diam saja membiarkan Amerika menyerang, dan menegaskan akan membalas di mana pun mereka berada.
Sementara itu Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga turut mengecam sikap tentara AS yang bersembunyi di hotel sipil. Ia mengatakan bahwa tentara AS sengaja memanfaatkan warga di negara-negara Teluk sebagai perisai manusia.
Araghchi menyebut tentara AS melarikan diri dari pangkalan militer untuk bersembunyi di hotel dan kantor sejak awal perang. Oleh karena itu, ia mendesak agar pihak hotel menolak pemesanan kamar bagi tentara AS.
Peringatan itu ditujukan kepada pengelola hotel di Timur Tengah utamanya Uni Emirat Arab dan Bahrain. Laporan menyebut Iran telah mengirimkan peringatan keras kepada hotel di wilayah tersebut, termasuk mengidentifikasi lokasi serupa di Suriah, Lebanon, dan Djibouti.