Rangkaian Haul Guru Tua 2026, Sejumlah Menteri dan Gubernur Dijadwalkan Hadir
Regina Goldie March 28, 2026 03:08 PM


Laporan Wartwan TribunPalu.com, Supriyanto

TRIBUNPALU.COM, PALU -
 Peringatan Haul Guru Tua dipusatkan di seputaran kompleks Alkhairaat Pusat, Jalan SIS Al Jufri, Kota Palu, pada 1 April 2026 atau 12 Syawal 1447 H.

Acara ini menjadi momentum bagi masyarakat untuk mengenang dan mendoakan sosok yang telah berjasa besar dalam memperjuangkan pendidikan, terutama dalam konteks spiritual dan agama.

Haul berasal dari bahasa Arab, berarti memperingati atau mengenang seseorang yang telah meninggal dunia, dengan tujuan untuk mendoakan amal ibadah almarhum agar diterima oleh Allah SWT.

Peringatan Haul Guru Tua tahun 2026 akan dimulai pada pukul 07.00 WITA, berbagai rangkaian kegiatan pun digelar di lokasi utama acara. Dimulai dengan pembacaan lantunan qasidah yang mengiringi suasana khidmat di pagi hari.

Beberapa menteri yang direncanakan hadir antara lain Menteri Sosial RI, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Menteri Agama, Menteri UMKM, serta Menteri Kebudayaan Fadli Zon. Selain itu, beberapa gubernur dari kawasan timur Indonesia juga telah menyatakan kesiapan untuk hadir dalam Haul Guru Tua.

Baca juga: Terbengkalai, Rumput Liar Tumbuh Subur di Terminal Pagimana

Profil Guru Tua

Guru Tua dikenal sebagai sosok yang sangat gigih dalam mengajarkan ilmu agama dan memperjuangkan pendidikan spiritual bagi umat, baik di Indonesia maupun di luar negeri.

Guru Tua menghabiskan sebagian besar hidupnya untuk berdakwah dan mengajarkan ilmu yang beliau kuasai, khususnya dalam bidang fiqh, tasawuf, dan akhlak.

Selain sebagai seorang guru, Guru Tua juga dikenal sebagai pendiri beberapa pesantren yang hingga kini menjadi pusat pendidikan dan pengembangan ilmu agama.

Berbagai karya tulis dan ajaran beliau telah menjadi pedoman bagi ribuan santri dan umat Muslim. Guru Tua juga terkenal dengan pendekatan dakwahnya yang sangat sederhana namun mendalam, yang menyentuh langsung hati para pengikutnya.

Baca juga: Fenomena El Nino Godzilla Intai Wilayah Indonesia, Ini Dampaknya di Sulteng

Jasa Guru Tua

  1. Pendiri Pesantren dan Lembaga Pendidikan
    Guru Tua mendirikan beberapa pesantren yang kini telah berkembang menjadi pusat pendidikan penting di Indonesia. Pesantren-pesantren tersebut menjadi wadah bagi ribuan santri untuk mempelajari ilmu agama dengan penuh khidmat dan keikhlasan. Pesantren-pesantren ini terus melahirkan generasi penerus yang siap untuk menjaga ajaran-ajaran agama.
  2. Pengajaran Ilmu Agama
    Salah satu jasa terbesar Guru Tua adalah mengajarkan ilmu agama dengan pendekatan yang tidak hanya menekankan aspek teori, tetapi juga mengutamakan pengamalan dalam kehidupan sehari-hari. Beliau mendorong umat untuk menghidupkan ajaran Islam melalui akhlak yang mulia, dengan penekanan pada kedamaian, kesabaran, dan rasa saling menghormati antar sesama.
  3. Penyebaran Dakwah Melalui Kajian dan Ceramah
    Guru Tua tidak hanya mengajarkan di pesantren, tetapi juga aktif menyebarkan dakwah Islam melalui kajian-kajian dan ceramah di berbagai daerah. Beliau berkeliling untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai ajaran Islam, serta memberi pencerahan kepada umat mengenai pentingnya kehidupan spiritual yang sesuai dengan syariat Islam.
  4. Membangun Silaturahmi dan Kesatuan Umat
    Guru Tua juga dikenal sebagai sosok yang mempersatukan umat Islam dari berbagai golongan. Beliau aktif dalam membangun hubungan yang harmonis antara berbagai kalangan, baik dalam komunitas pesantren maupun masyarakat umum. Guru Tua mengajarkan bahwa ukhuwah Islamiyah adalah salah satu kunci dalam menjaga kedamaian dan keharmonisan antar umat beragama.

    Baca juga: Fenomena El Nino Godzilla Intai Wilayah Indonesia, Ini Dampaknya di Sulteng



    Susunan Acara Haul Guru Tua ke-58:

07.00-07.30 WITA: Pembacaan Lantunan Qasidah
07.30-08.00 WITA: Pembukaan
08.00-08.30 WITA: Pembacaan Manaqib
09.00-10.00 WITA: Ceramah Haul oleh tokoh-tokoh besar, antara lain:Al Habib Abdurahman bin Ali Mashur bin Hafiz
Al Habib Ahmad bin Yunus Al Muhdhor
Habib Idrus bin Abdilah Aljufri
10.00-10.30 WITA: Sambutan dari Panitia Keluarga
10.30-11.00 WITA: Sambutan Gubernur
11.00-11.30 WITA: Amanat Haul dari Keluarga
11.30-12.00 WITA: Doa Penutup

Momen ini menjadi kesempatan untuk merenung, berdoa, serta menggali kembali nilai-nilai yang ditanamkan oleh Guru Tua dalam mengarahkan umat menuju kehidupan yang lebih baik.

Tidak hanya sekadar mengenang, namun acara ini juga mempererat tali silaturahmi antara umat dengan pesan-pesan moral yang terus diwariskan oleh almarhum.

Haul ini bukan sekadar peringatan tahunan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperbaharui semangat dalam mengamalkan ilmu dan nilai-nilai luhur telah diwariskan Guru Tua. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.