Jembatan Darurat Wih Kanis Bener Meriah Tak Kunjung Dibangun, Warga: Mana Janji Pemerintah?
Sri Widya Rahma March 28, 2026 03:52 PM

Laporan Wartawan Tribun Gayo Bustami | Bener Meriah

TribunGayo.com, REDELONG - Janji tinggal janji, mungkin itulah ungkapan yang paling tepat untuk menggambarkan kondisi Jembatan Wih Kanis, Kabupaten Bener Meriah, saat ini.

Baca juga: Pemkab Bener Meriah Akan Perbaiki Jembatan Darurat Wih Kanis, Rampung sebelum Lebaran

Harapan masyarakat di 14 kampung di Kecamatan Mesidah untuk dapat melintasi jembatan darurat yang lebih layak sebelum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah ternyata pupus.

Nyatanya, hingga sepekan pascalebaran Idul Fitri, laporan dari warga menyebutkan jika dilokasi belum adanya tanda-tanda pengerjaan.

Padahal, pemerintah sebelumnya sempat melontarkan komitmen untuk segera membangun jembatan darurat demi kelancaran arus mudik dan aktivitas warga, tapi kenyataan di lokasi justru berbicara sebaliknya.

Keluhan Warga di Kecamatan Mesidah

Salah satu warga di Kecamatan Mesidah, Hermawansyah kepada TribunGayo.com pada Sabtu (28/3/2026), mengaku jika dilokasi jembatan belum ada tanda perbaikan.

Padahal janji pemerintah sebelumnya, ​rencana pembangunan jembatan permanen ditargetkan rampung pada akhir tahun 2026 dan jembatan darurat selesai sebelum lebaran.

"Tapi nyatanya hingga saat ini belum ada satu pun material bangunan dan alat berat yang terparkir atau beroperasi di sekitar lokasi yang menjadi urat nadi transportasi warga Mesidah, kemarin janjinya dibangun sebelum lebaran," kata Hermawansyah.

Dikatakan, kondisi jembatan darurat Wih Kanis yang diperbaiki warga secara swadaya pascabencana diakhir tahun 2025 itu, kian hari semakin memprihatinkan.

Karena struktur jembatan yang dibuat dari bambu kurang lebih sepanjang 30 meter itu mulai goyah.

Padahal, akses jalan ini menjadi satu-satunya urat nadi ekonomi bagi warga disana, mesti hanya bisa di akses menggunakan roda dua.

"Sedih kita lihatnya, saat lebaran kemarin ratusan warga harus mengantri untuk bisa melaluinya, kita mulai ragu ini bagaimana bisa percaya pada proyek jembatan permanen, jika untuk sekadar menghadirkan jembatan darurat saja tampak masih kesulitan," keluhnya.

Baca juga: Kemen PU RI Tinjau Langsung Jembatan Wih Kanis Bener Meriah, Pembangunan akan Segera Dilakukan

Kepastian Pembangunan Jembatan Darurat oleh Pemkab

Kepastian ini disampaikan oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bener Meriah, Ilham Abdi SSTP MAP, usai melakukan koordinasi bersama perwakilan BNPB, Dinas PUPR Bener Meriah dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kementerian Pekerjaan Umum. 

Menurut Ilham, berdasarkan hasil pertemuan yang juga dihadiri oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh dan aparatur kecamatan setempat, disepakati bahwa pembangunan jembatan darurat yang menjadi penghubung utama bagi 14 desa di Kecamatan Mesidah, akan diprioritaskan sebelum Hari Raya Idul Fitri, hal ini untuk menjamin kelancaran mobilitas warga.

"Untuk jembatan darurat akan dibangun sebelum lebaran, kalau untuk jembatan permanen dipastikan rampung akhir tahun 2026," ujar Ilham.

Dikatakan, proyek ini merupakan tindak lanjut dari atensi khusus Wakil Presiden Republik Indonesia dan Kepala BNPB terhadap keselamatan warga yang melintasi jalur tersebut.

SPK Percepatan Pembanguan Jembatan Wih Kanis

Lebih jelas, Ilham menjelaskan bahwa Menteri Dalam Negeri selaku Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) bersama Menteri Pekerjaan Umum telah menerbitkan Surat Perintah Kerja (SPK) untuk mempercepat pembangunan Jembatan Wih Kanis Atas. 

Langkah strategis ini diambil guna memastikan infrastruktur yang lebih kokoh dan aman bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di wilayah tersebut.

Sementara sebagai solusi jangka pendek, pemerintah akan membangun jembatan darurat menggunakan 2-3 unit kontainer agar dapat dilalui kendaraan roda empat sebelum Lebaran. 

Selain pembangunan fisik jembatan, jalan darurat yang ada saat ini juga akan diperlebar dan dikurangi tingkat kemiringannya demi kenyamanan pengguna jalan. 

"Jadi selama proses konstruksi berlangsung, jembatan lama tetap dipertahankan untuk menjamin aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat tidak terhambat," katanya.

​Kemudian, seluruh pendanaan untuk pembangunan jembatan darurat maupun permanen ini bersumber sepenuhnya dari DIPA Kementerian Pekerjaan Umum. (*)

Baca juga: Ribuan Warga Mesidah Bener Meriah Masih Harus Bertaruh Nyawa Lewati Jembatan Wih Kanis

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.