70 Barang Pemudik Tertinggal Diamankan di Stasiun Malang, Nilainya Capai Rp 10 Juta
Frida Anjani March 28, 2026 05:35 PM

 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Musim arus mudik dan arus balik lebaran 2026 menyisakan beragam momen menarik yang patut untuk diulas.

Beragam kejadian tak terduga pun kerap kali terjadi. Seperti di Stasiun Malang Kota Baru.

Petugas stasiun mengamankan sebanyak 70 barang milik pelanggan sepanjang periode 11 hingga 27 Maret 2026.

Nilai total barang tersebut ditaksir mencapai Rp 10 juta.

Kebanyakan dari barang yang tertinggal tersebut seperti botol air minum, powerbank, charger hingga makanan dan minuman.

Jumlah ini melonjak signifikan dibandingkan periode Lebaran tahun sebelumnya yang hanya mencatat 16 barang temuan. 

Dari puluhan barang itu, 11 di antaranya telah berhasil dikembalikan kepada pemiliknya.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menyebut capaian tersebut menjadi bukti meningkatnya efektivitas layanan Lost and Found yang kini terintegrasi secara nasional.

"Kesigapan petugas di lapangan serta dukungan sistem yang terintegrasi membuat penanganan barang tertinggal bisa dilakukan lebih cepat dan tepat," kata Mahendro pada Sabtu (28/3/2026).

Menurutnya, pelanggan yang merasa kehilangan barang dapat segera melapor melalui kondektur, petugas pengamanan, maupun Contact Center KAI 121. 

Setelah laporan diterima, petugas akan melakukan penelusuran berdasarkan lokasi terakhir barang.

Jika barang cepat ditemukan, pengembalian bisa langsung dilakukan. 

Namun bila membutuhkan waktu lebih lama, pelanggan tetap akan mendapat pembaruan informasi secara berkala.

Seluruh barang temuan yang belum diambil diamankan di Pos Pengamanan Stasiun Malang Kota Baru.

Untuk pengambilan, pelanggan wajib menunjukkan identitas sebagai bukti kepemilikan.

Tak hanya itu, setiap barang juga diberi label, diverifikasi, dan dicatat dalam database Lost and Found nasional. 

Bahkan, informasi barang temuan turut diumumkan melalui pengeras suara di stasiun maupun dalam kereta.

"Untuk barang berupa makanan yang tidak diambil lebih dari 1x24 jam, akan dimusnahkan demi menjaga kebersihan," jelasnya.

Meski layanan terus ditingkatkan, KAI tetap mengimbau penumpang lebih waspada terhadap barang bawaan, terutama saat mobilitas tinggi di musim mudik.

"Pastikan barang bawaan tidak tertinggal agar perjalanan tetap nyaman dan lancar," ujarnya.

Tren Penumpang Masih Tinggi

Sementara itu, arus penumpang di wilayah Malang Raya masih menunjukkan tren tinggi. 


Pada Sabtu (28/3/2026) jumlah penumpang diproyeksikan mencapai 9.580 orang, terdiri dari 3.713 penumpang berangkat dan 5.867 penumpang datang.

Secara kumulatif, selama periode 11–28 Maret 2026, total penumpang yang dilayani mencapai 155.419 orang.

Dari jumlah tersebut, Stasiun Malang Kota Baru menjadi yang tersibuk dengan 130.958 penumpang.

Disusul Stasiun Kepanjen (11.577), Stasiun Malang Kota Lama (8.499), serta Stasiun Lawang dan Sumberpucung dengan total 4.385 penumpang.

Untuk penjualan tiket, tercatat 89.903 tiket telah terjual atau sekitar 66 persen dari total kapasitas 136.045 tempat duduk. 

Angka ini diperkirakan masih akan terus meningkat seiring berlangsungnya arus balik Lebaran.

Puncak arus mudik terjadi pada 14 Maret 2026 kemarin dengan 9.654 penumpang. 

Sedangkan puncak arus balik tercatat pada 24 Maret 2026 dengan 10.135 penumpang.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.