Daftar Alutsista Mahal Amerika Serikat yang Tak Berkutik Diserang Iran, Berguguran di Medan Perang
Galuh Palupi March 28, 2026 05:38 PM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Mengutip laporan dari The Wall Street Journal pada Kamis (26/3/2026), sejumlah alutsista mahal Amerika Serikat berguguran di medan perang melawan Iran.

Meski sejumlah aset militer Amerika itu merupakan alat canggih bernilai miliaran dollar, namun Iran berhasil merusaknya dengan rudal atau drone milik mereka.

Elaine McCusker, mantan pejabat Pentagon, menyebut kerugian akibat properti militer AS yang rusak diperkirakan mencapai 1,4 miliar dollar AS (sekitar Rp 23 triliun) hingga 2,9 miliar dollar AS (sekitar Rp 49 triliun).

Lantas apa saja properti AS yang berhasil dipukul mundur Iran?

Jet tempur hingga drone berjatuhan 

Sejumlah pesawat tempur menjadi bagian dari kerugian besar yang dialami AS. 

Baca juga: Trump dan Netanyahu Pecah Kongsi? Amerika dan Israel Tegang Gegara Beda Pendapat Cara Akhiri Perang

PANGKALAN MILITER - Amerika Serikat memiliki jaringan pangkalan militer yang luas di seluruh dunia, pangkalan militer di Qatar baru saja diserang Iran, foto diolah dari AI pada Selasa, 24 Juni 2025.
PANGKALAN MILITER - Amerika Serikat memiliki jaringan pangkalan militer yang luas di seluruh dunia, pangkalan militer di Qatar baru saja diserang Iran, foto diolah dari AI pada Selasa, 24 Juni 2025. (Generated by AI/Joni Irwan Setiawan)

Tiga unit F-15E Strike Eagle dilaporkan jatuh setelah secara tidak sengaja ditembak oleh jet F/A-18 milik Kuwait pada 1 Maret, meski semua awak berhasil menyelamatkan diri.

Harga satu unit F-15 model terbaru saat ini diperkirakan mencapai sekitar 100 juta dollar AS (sekitar Rp 1,6 triliun). 

Selain itu, satu unit jet tempur siluman F-35A Lightning II juga mengalami pendaratan darurat pada 19 Maret. 

Iran mengeklaim telah menembak pesawat tersebut, sedangkan kondisi pilot dilaporkan stabil. Nilai satu unit F-35A diperkirakan mencapai sekitar 82,5 juta dollar AS (sekitar Rp 1,3 triliun).

Kerugian juga terjadi pada armada drone. Lebih dari selusin drone MQ-9 Reaper dilaporkan hilang sejak awal perang. 

Setidaknya delapan di antaranya ditembak jatuh oleh rudal Iran, tiga lainnya hancur di darat akibat serangan rudal, dan satu drone jatuh akibat salah tembak oleh negara di kawasan Teluk Persia. 

Drone MQ-9 yang digunakan Angkatan Udara AS memiliki harga minimal 16 juta dollar AS (sekitar Rp 270 miliar) per unit.

Insiden pesawat tanker 

Kerugian besar juga menimpa pesawat pengisian bahan bakar di udara KC-135 Stratotanker. 

Enam awak tewas setelah dua pesawat jenis ini bertabrakan di atas wilayah Irak pada 12 Maret. 

Baca juga: Negosiasi Buntu, Iran Ajukan 5 Syarat, Amerika 15 Syarat, 2 Pihak Tak Terima, Kapan Perang Berakhir?

Selain itu, lima unit KC-135 lainnya mengalami kerusakan akibat serangan rudal Iran di Pangkalan Udara Prince Sultan di Arab Saudi dan kini tengah diperbaiki. 

Karena KC-135 sudah tidak lagi diproduksi sejak 1960-an, Angkatan Udara AS kemungkinan akan menggantinya dengan KC-46 Pegasus yang lebih modern. 

Satu unit KC-46 diketahui memiliki harga sekitar 165 juta dollar AS (sekitar Rp 2,7 triliun).

Radar dan sistem pertahanan ikut dihantam 

Iran juga menargetkan sistem pertahanan penting milik AS dan sekutunya. Salah satunya adalah radar AN/TPY-2 yang merupakan bagian dari sistem pertahanan rudal THAAD di Yordania. 

Radar ini digunakan untuk melacak rudal balistik dan memiliki nilai setidaknya 300 juta dollar AS (sekitar Rp 5 triliun). 

Serangan juga merusak radar peringatan dini AN/FPS-132 di Pangkalan Udara Al-Udeid, Qatar. 

Radar ini mampu melacak banyak target secara bersamaan dan memiliki nilai sekitar 1 miliar dollar AS (sekitar Rp 16,9 triliun).

Selain itu, Iran turut menyerang berbagai sistem radar, komunikasi, dan pertahanan udara di sejumlah negara kawasan Teluk, termasuk Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, dan Arab Saudi. 

Kapal induk alami insiden kebakaran

Baca juga: Spekulasi Alasan  Trump Mendadak Kejar Perdamaian dengan Iran, Amerika Cari Jalan Keluar dari Perang

PERAN IRAN VS AMERIKA - Capture YouTube Tribunnews menampilkan kapal induk Amerika yang ditarik mundur (Youtube/Tribunnews)

Di tengah konflik, kapal induk USS Gerald R Ford juga mengalami insiden kebakaran pada 12 Maret.

Api dilaporkan bermula dari ruang laundry utama dan menyebar ke beberapa bagian kapal, termasuk area tempat tidur awak.  

Saat ini kapal tersebut berada di Pelabuhan Souda Bay, Yunani, untuk menjalani perbaikan. (Tribun Trends/Kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.