HUT ke-12 TransJakarta, DPRD DKI Soroti Dampak Ekonomi dari Subsidi PSO Rp4,8 Triliun
Ferdinand Waskita Suryacahya March 28, 2026 05:52 PM

 

 

TRIBUNJAKARTA.COM, MENTENG - DPRD DKI Jakarta menghadiri perayaan hari jadi ke-12 PT TransJakarta yang digelar di Halte TransJakarta Tosari, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (27/3/2026).

Sejumlah pimpinan DPRD turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin, Wakil Ketua DPRD Rany Mauliani, Wibi Andrino, serta Wakil Ketua Komisi B Wahyu Dewanto.

Dalam kesempatan itu, Khoirudin mengapresiasi kinerja TransJakarta yang dinilai telah memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya di sektor transportasi publik.

HUT KE-12 TRANSJAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (kiri) dan Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin (kanan) hadir dalam peringatan 12 tahun Transjakarta di Halte Tosari, Jumat (27/3/2026). Subsidi PSO 4,8 triliun transportasi telah berdampak besar bagi perekonomian. (Yusuf/TribunJakarta). (Tribun Jakarta/Yusuf Bachtiar)

Menurutnya, anggaran Public Service Obligation (PSO) sebesar Rp4,8 triliun atau sekitar 5,99 persen yang dialokasikan untuk TransJakarta merupakan bentuk investasi penting di bidang transportasi.

Ia menyebut, anggaran tersebut memiliki dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat Jakarta.

“Ini adalah bentuk imbal balik layanan Pemda kepada masyarakat yang telah membayar pajak,” ujar Khoirudin.

Berdasarkan perhitungan, setiap investasi Rp1 triliun di sektor TransJakarta mampu memberikan dampak ekonomi hingga Rp3,2 triliun.

Khoirudin menambahkan, sektor transportasi menjadi salah satu komponen pengeluaran terbesar rumah tangga, sehingga subsidi tersebut diharapkan dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh warga.

“Subsidi ini agar manfaatnya langsung dirasakan warga,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan capaian TransJakarta selama 12 tahun terakhir.

Ia mengungkapkan, layanan TransJakarta kini telah menjangkau 92,5 persen wilayah Jakarta dengan jumlah penumpang mencapai 1,4 juta orang per hari.

Menurut Pramono, capaian tersebut menjadi kontribusi besar dalam sistem transportasi di ibu kota.

Tak hanya itu, TransJakarta juga mendapat pengakuan di tingkat internasional dengan menempati peringkat ke-17 infrastruktur terbaik dunia versi Time Out, serta menjadi yang terbaik kedua di Asia setelah Singapura.

“Momentum ini harus dijaga. Semakin besar, harapan publik juga semakin tinggi,” ujar Pramono.
Ia menekankan pentingnya menjaga kualitas layanan, terutama dari sisi keamanan dan kondisi operasional di lapangan.

Pramono juga menyoroti sejumlah tantangan yang masih dihadapi, seperti potensi sopir mengantuk, kecelakaan, hingga pelanggaran jalur busway oleh kendaraan lain.

“Tantangan seperti sopir mengantuk, tabrakan, hingga sterilisasi jalur dari kendaraan lain harus ditertibkan,” tegasnya.

Pemprov DKI Jakarta, lanjut Pramono, akan memberikan dukungan penuh dalam penegakan aturan, termasuk pemberian sanksi tegas kepada operator maupun sopir yang lalai.

“Pemerintah DKI memberikan dukungan sepenuhnya untuk memberikan teguran dan sanksi tegas bagi operator maupun sopir yang lalai,” pungkasnya.

BERITA TERKAIT

  • Baca juga: Layanan TransJakarta Capai 92 Persen, DPRD DKI Minta Perluasan MikroTrans Dipercepat
  • Baca juga: DPRD DKI Jakarta Minta DLH Tutup Seluruh Tempat Penampungan Sampah yang Ganggu Lingkungan
  • Baca juga: Tekan Polusi Udara, DPRD DKI Ajak Masyarakat Tak Bakar Sampah secara Ilegal
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.