Pengakuan Arif, Pemudik Asal Pandeglang Dipalak di Tanah Abang, Diminta Bayar Uang Wilayah
Wawan Perdana March 28, 2026 07:07 PM

 

TRIBUNBANTEN.COM, JAKARTA-Arif, pemudik asal Pandeglang kaget ketika didekati oleh tiga pria di kawasan Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Berdalih "uang wilayah", tiga pria itu memaksa meminta uang dan mengancam Arif.

Aksi pemalakan ini viral di media sosial, Sabtu (28/3/2026).

Adapun aksi pemalakan itu terjadi pada Jumat (27/3/2026) sore sekira pukul 17.00 WIB.

Arif yang saat itu menggunakan mobil dengan nomor polisi (Nopol) D, tengah menepi di pinggir jalan untuk membuka aplikasi penunjuk arah.

Ia saat kejadian dirinya baru saja pulang mudik dari Pandeglang, Provinsi Banten dan hendak kembali ke Bandung, Jawa Barat.

"Saya kebetulan abis mudik dari Pandeglang pulangnya mampir dulu, nah pas mau ke Bandung saya set maps dulu, tahu-tahu disamperin sama mereka dan ujug-ujug minta uang," katanya. 

Arip mengatakan ketiga pelaku tersebut berusia sekitar 30 - 40 tahun. 

Baca juga: Ketua Dewan Dukung Pemkot Serang Bentuk UPTD Khusus Royal Baroe: Penunjang Ekonomi Masyarakat

Awalnya, pelaku yang mendatanginya itu mempermasalahkan pelat mobil D yang berasal dari luar Jakarta.

“Mereka mempermasalahkan pelat mobil kami yang luar Jakarta, lalu meminta uang lewat,” ujarnya.

Para pelaku kemudian meminta uang, berdalih pungutan tersebut sebagai 'uang wilayah' yang harus dibayar.

"Katanya sih uang kawal, harus bayar sama yang punya wilayah," lanjutnya.

Tak hanya meminta uang, pelaku juga merampas kartu e-money yang berada di dashboard mobil korban.

Saat berusaha mengambil kembali barang miliknya, Arip justru mendapat ancaman kekerasan.

“Ketika saya coba ambil lagi e-money saya, mereka ngancam mau mukulin,” kata Arip.

Peristiwa itu kemudian direkam dan diunggah korban ke media sosial hingga viral dan menuai perhatian publik.

Polisi Tidak Akan Biarkan Pelaku

Kapolsek Metro Tanah Abang AKPB Dhimas Prasetyo memastikan pihaknya kini tengah memburu tiga pelaku pemalakan itu.

“Saya sudah perintahkan anggota untuk cek,” ucapnya saat dikonfirmasi, Sabtu (28/3/2026).

Ia menegaskan, kasus ini tidak akan dibiarkan dan akan diproses secara serius.

“Saya perintahkan untuk menindaklanjuti adanya kejadian tersebut,” ujarnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.