Polres Wonosobo Lakukan Rekayasa Lalu Lintas Puncak Festival Balon 2026, Sejumlah Jalan Dialihkan
Rustam Aji March 28, 2026 07:07 PM

TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO - Dalam rangka mengantisipasi lonjakan kendaraan saat puncak Festival Mudik Balon Udara 2026, pihak kepolisian resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas pada Minggu (29/3/2026).

Kasubsi Penmas Sie Humas Polres Wonosobo, Aipda Nanang D.P. Wibowo, menjelaskan bahwa rekayasa lalu lintas yang diterapkan lebih difokuskan untuk mendukung kelancaran kegiatan festival balon udara yang dipusatkan di kawasan kota.

“Rekayasa arus lebih ke festival balon. Untuk arus mudik kami imbau masyarakat agar bisa melalui jalur Selomerto dan Taman Makam Pahlawan Wiropati,” ujarnya saat dihubungi, Sabtu (28/3/2026).

Kebijakan ini dilakukan untuk menjaga kelancaran arus kendaraan sekaligus memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat yang beraktivitas di pusat kota.

Rekayasa lalu lintas ini difokuskan di kawasan Alun-alun Wonosobo yang menjadi pusat kegiatan Festival Mudik.

Sejumlah ruas jalan utama di sekitar lokasi akan mengalami pengalihan arus bahkan penutupan sementara.

Langkah ini diambil mengingat tingginya potensi kepadatan kendaraan, baik dari warga lokal maupun pemudik yang melintas di wilayah tersebut.

Baca juga: Puncak Festival Balon Wonosobo Besok, AirNav Keluarkan Peringatan

Petugas kepolisian akan disiagakan di berbagai titik strategis untuk mengatur arus lalu lintas serta memberikan arahan kepada pengguna jalan.

Rambu-rambu sementara pun telah dipasang guna membantu pengendara menyesuaikan rute perjalanan mereka.

Sejumlah simpang penting di pusat kota seperti Simpang Hotel Bhima, Simpang Kejaksaan Lama, Simpang Damkar, Simpang Sumberan, hingga Simpang Hotel Kresna dan kawasan Sekda Atas serta Bawah akan mengalami pengalihan arus bahkan penutupan.

Selain itu, titik-titik seperti Simpang Tembusan Hotel Arjuna, Simpang SDN 5 Wonosobo, hingga Simpang Plaza juga menjadi fokus pengaturan lalu lintas dengan situasional.

Penutupan ini bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu menyesuaikan kondisi di lapangan, terutama jika terjadi lonjakan volume kendaraan.

Untuk mengurai kepadatan, kendaraan dari berbagai arah akan diarahkan melalui jalur alternatif.

Dari arah selatan (Banjarnegara), arus lalu lintas dialihkan melalui Jalan A. Yani, Jalan Jenderal Sudirman, hingga Jalan Bismo menuju kawasan Sumberan dan Dermoyo.

Sementara itu, kendaraan dari arah utara atau kawasan Dieng-Garung akan diarahkan melewati Koramil Kota, Longkrang, Simpang Hotel Kresna, kemudian masuk ke Jalan Sabuk Alu hingga menuju Simpang Muntang.

Selain pengaturan arus lalu lintas, pemerintah daerah juga telah menyiapkan sejumlah kantong parkir guna mendukung kelancaran kegiatan.

Lokasi parkir tersebar di berbagai titik strategis seperti area Pendopo, kawasan Sekda Atas, wilayah Bodyagung hingga Jaraksari, RSUD, Bhayangkara, Jalan Tentara Pelajar, Jalan Diponegoro sekitar Kodim, hingga kawasan Hotel Kresna dan SMP Negeri 1 Wonosobo.

Baca juga: Sikap DPRD Cilacap Terkait Kasus Bupati: Hormati Proses Hukum dan Kedepankan Praduga Tak Bersalah

"Masyarakat diimbau untuk menggunakan fasilitas parkir yang telah disediakan guna menghindari kemacetan akibat parkir liar," tegasnya.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk menghindari pusat kota apabila tidak memiliki kepentingan mendesak, mematuhi arahan petugas di lapangan, serta memanfaatkan jalur alternatif yang telah disiapkan.

Bagi masyarakat yang ingin menghadiri festival, disarankan untuk datang lebih awal agar terhindar dari kepadatan lalu lintas.

Untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif, petugas gabungan dari kepolisian, dinas perhubungan, serta instansi terkait akan disiagakan selama kegiatan berlangsung.

Layanan darurat juga tersedia melalui call center 110 yang dapat diakses masyarakat kapan saja. (ima)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.