223 Calhaj asal Kota Binjai yang Tergabung dalam Kloter 1 akan Berangkat ke Tanah Suci
Randy P.F Hutagaol March 28, 2026 07:08 PM

TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI - Sebanyak 223 Calon Jemaah Haji (Calhaj) asal Kota Binjai, Sumatera Utara, akan berangkat ke tanah suci tahun ini. 

Ratusan jemaah haji itu didampingi oleh enam petugas haji profesional. 

Seluruh jamaah asal Kota Binjai dipastikan tergabung dalam kloter satu, yang dinilai memberikan kemudahan dalam koordinasi keberangkatan.

Sebagai bentuk perhatian dan tradisi khas, Pemerintah Kota Binjai juga membekali para jamaah dengan makanan khas daerah, seperti bumbu pecal, sambal teri kacang, dan permen jahe. 

Bekal tersebut diharapkan dapat membantu menjaga selera makan sekaligus stamina jamaah selama berada di Arab Saudi.

“Menu lokal ini disiapkan sebagai penawar rindu akan kampung halaman. Kami berharap bekal ini dapat meningkatkan selera makan jemaah sehingga kesehatan mereka tetap terjaga selama menjalankan ibadah,” ujar Wakil Wali Kota Binjai, Hasanul Jihadi, Sabtu (28/3/2026). 

Lanjut pria yang kerap disapa Jiji berpesan agar seluruh jemaah senantiasa meluruskan niat, menjaga kekompakan, serta mematuhi arahan petugas pembimbing. 

"Saya juga mendoakan agar seluruh jemaah diberikan kesehatan dan kekuatan hingga kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur," ucap Jiji. 

Sementara itu, belum lama ini juga Wakil Wali Kota Binjai, Hasanul Jihadi, secara resmi membuka kegiatan manasik dan upacara tepung tawar bagi 223 Calon Jemaah Haji (Calhaj) Kota Binjai Tahun 2026, di Pendopo Umar Baki. 

Kegiatan ini bertujuan untuk memantapkan kesiapan fisik dan mental para jemaah sebelum bertolak ke Tanah Suci. 

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Binjai menegaskan bahwa ibadah haji merupakan kehormatan besar yang menuntut kesiapan menyeluruh, baik dari sisi pemahaman maupun kondisi kesehatan.

"Manasik haji menjadi sarana penting dalam memberikan edukasi terkait regulasi dan tata cara pelaksanaan ibadah haji secara komprehensif," ucap Jiji. 

"Fokus utama kegiatan ini adalah membentuk jemaah yang mandiri, sehingga mampu menjalankan seluruh rangkaian rukun haji dengan khusyuk tanpa kendala teknis di lapangan," sambungnya.

(cr23/tribun-medan.com) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.