UGM dan Indonesian Hypnosis Centre Perkuat Legitimasi Ilmiah Hipnoterapi di Indonesia
Joko Widiyarso March 28, 2026 07:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Universitas Gadjah Mada (UGM) mengambil langkah bersejarah dalam dunia psikologi klinis dengan menyelenggarakan Pelatihan Sertifikasi Transpersonal Clinical Hypnotherapy bersama Indonesian Hypnosis Centre (IHC), Sabtu (28/3/2026), di Fakultas Psikologi UGM.

Langkah ini menegaskan satu pesan yang kuat bahwa hipnosis bukan sekadar tontonan panggung, melainkan disiplin ilmu yang terstandarisasi, berbasis bukti, dan kini mendapat pengakuan penuh dari lembaga akademik bergengsi di Indonesia.

Selama bertahun-tahun, hipnosis kerap disalahpahami oleh masyarakat luas yakni diasosiasikan dengan pertunjukan hiburan atau praktik mistis yang jauh dari nalar ilmiah. 

Kolaborasi strategis antara Fakultas Psikologi UGM dan IHC hadir untuk mengubah narasi tersebut secara fundamental.

Melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Rektor UGM, Prof dr Ova Emilia, dan Direktur IHC, Avifi Arka, pada 18 Februari 2025 lalu, sebuah komitmen institusional kini sedang diwujudkan dalam program sertifikasi perdana.

Prof  Dr Kwartarini Wahyu Yuniarti, selaku Guru Besar Fakultas Psikologi UGM, menekankan urgensi akademis dari kolaborasi ini.

"Kolaborasi ini merupakan langkah krusial dalam memvalidasi praktik hipnoterapi di Indonesia. Dengan memadukan metodologi riset di tingkat S3 dengan pengalaman praktis dari IHC, kita dapat memastikan bahwa pendekatan Transpersonal Clinical Hypnotherapy dikembangkan berbasis bukti dan memberikan kontribusi nyata bagi ilmu psikologi," ujarnya.

Senada dengan itu, Edilburga Wulan Saptandari, M Psi Ph D Psikolog, selaku Ketua Program Studi Doktor Ilmu Psikologi UGM, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan bagian integral dari proses disertasi mahasiswa doktor, sehingga seluruh proses dapat terstandardisasi dengan ketat dan terukur.

Profesionalisasi hipnoterapi 

Pelatihan sertifikasi yang diselenggarakan hari ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan panjang profesionalisasi hipnoterapi di Indonesia. 

Dengan dukungan institusi hipnoterapi kini memiliki landasan akademis yang kokoh untuk berkembang sebagai profesi yang kredibel, terstandarisasi, dan berdampak luas.

Dari sisi IHC, kolaborasi ini disambut sebagai momentum penting untuk mengangkat standar profesi hipnoterapis Indonesia ke level internasional.

Avifi Arka, Ph.D., Direktur IHC, menyatakan IHC berkomitmen untuk menyediakan ekosistem pendukung bagi para akademisi. 

“Kami percaya bahwa sinergi dengan UGM akan membawa standar pelatihan hipnoterapi kita ke tingkat yang lebih tinggi, sekaligus memberikan pengakuan profesional yang lebih luas bagi para praktisi di Indonesia,” jelasnya.

Sementara itu, Dr Fauzan Asmara, M Psi, Ketua Umum DPN KITA IHC, menyoroti dimensi kemanfaatan sosial dari program ini. 

Salah satunya dia menyoroti masih banyaknya kasus bunuh diri di Indonesia yang semustinya dapat dicegah melalui konsultasi ahli termasuk salah satunya hipnoterapi.

"Kami ingin hipnosis tidak hanya dipahami sebagai ilmu di dunia akademis dan kompetensi utama hipnoterapis, tetapi sebagai alat bantu praktis yang bisa menyentuh dan membantu berbagai lapisan masyarakat luas dalam mengatasi problem psikologis harian," tegasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.