Tribunlampung.co.id, Bandung - Kota Bandung, Jawa Barat, dilanda hujan deras dibarengi angin kencang. Akibatnya 2 papan reklame raksasa tumbang.
Meski tak mengakibatkan korban jiwa, namun robohnya 2 papan reklame raksasa itu mengakibatkan 4 kendaraan tertimpa.
Insiden tersebut terjadi tepatnya di Jalan Soekarno-Hatta dan kawasan Buahbatu, Kota Bandung, Sabtu (28/3/2026).
Petugas gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung bersama agency dari reklame tersebut bergerak cepat untuk melakukan evakuasi.
Adapun 4 kendaraan yang tertimpa tersebut yakni dua unit truk dan dua mobil mengalami kerusakan.
Baca juga: Hujan Deras dan Angin Kencang Tumbangkan Pohon di Lampung Tengah, Arus Lalin Sempat Macet
Dikutip Tribunlampung.co.id dari TribunJabar.id, Kasi Ketentraman Masyarakat Satpol PP Kota Bandung, Pardiman Hendri, mengatakan petugas langsung melakukan evakuasi, tak lama setelah mendapatkan laporan tentang robohnya dua reklame tersebut.
Sebab, kata dia, satu di antara reklame yang berada di Jalan Buahbatu, posisinya menutupi jalan.
Sehingga, dilakukan evakuasi lebih awal agar arus lalu lintas dapat berjalan lancar.
"Yang di Buahbatu kita pindahkan dulu supaya jalan bisa dipakai lagi," ujar Hendri.
Hendri mengatakan, penyebab robohnya reklame masih belum dipastikan. Namun, kuat dugaan karena cuaca buruk.
"Mungkin karena hujan deras dan angin kencang, tapi masih kami cek," katanya.
Dalam penanganan kejadian ini, Satpol PP menurunkan sekitar 30 personel.
Mereka terdiri dari satu tim berisi delapan orang dan satu pleton tambahan.
Selain itu untuk evakuasi papan reklame, petugas juga dibantu oleh tim pemadam kebakaran (Damkar) Kota Bandung.
Terkait izin reklame, Hendri menyebut hal tersebut menjadi kewenangan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).
"Masalah perizinan ada di DPMPTSP masalah izin atau bayar pajak itu di DPMPTSP tapi ini di kawasan komersil," ucapnya.
Kota Bandung dilanda cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang pada Sabtu (28/3/2026), yang mengakibatkan sejumlah kejadian pohon tumbang di berbagai lokasi.
Peristiwa ini terjadi di antaranya di Jalan Guntursariwetan No.29, Kecamatan Lengkong, Jalan Terusan Buah Batu No.1, Kecamatan Bandung Kidul, Pos Polisi Buah Batu, hingga kawasan Jalan Lodaya.
Berdasarkan informasi dari Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Bandung, kondisi cuaca buruk tersebut menyebabkan beberapa pohon tumbang hingga menutupi badan jalan.
Selain itu, dilaporkan pula adanya papan reklame yang roboh serta pohon tumbang yang menimpa kendaraan warga.
Kepala Stasiun Geofisika BMKG Jawa Barat, Teguh Rahayu, menjelaskan bahwa fenomena ini dipicu oleh kondisi atmosfer yang memang mendukung terbentuknya cuaca ekstrem di wilayah Jawa Barat, khususnya Kota Bandung.
“Suhu muka laut di sebagian wilayah perairan Indonesia relatif masih hangat, mengindikasikan potensi suplai uap air ke wilayah Jawa Barat,” ujar Teguh saat dihubungi, Sabtu (28/3/2026), sebagaimana dilansir TribunJabar.id.
Ia menambahkan, adanya pola pergerakan angin juga turut memperkuat potensi pembentukan awan hujan.
“Terpantau area konvergensi dan belokan angin di sekitar wilayah Jawa Barat, kondisi tersebut mendukung potensi pembentukan awan konvektif di sebagian wilayah Jawa Barat,” katanya.
Selain itu, aktivitas gelombang atmosfer turut berkontribusi terhadap intensitas hujan yang terjadi.
“Gelombang atmosfer tipe Equatorial Rossby aktif di sebagian wilayah Jawa Barat,” ucapnya.
Kondisi atmosfer yang labil juga menjadi faktor penting dalam pembentukan awan hujan intensitas tinggi.
“Labilitas atmosfer bervariasi pada kategori sedang hingga kuat, yang mengindikasikan meningkatnya potensi terbentuknya awan konvektif skala lokal,” jelas Teguh.
Dari pemantauan radar cuaca, awan hujan dengan intensitas lebat sebenarnya telah terdeteksi sejak pukul 12.13 WIB di wilayah Kota Bandung.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, BMKG melalui Stasiun Klimatologi Jawa Barat telah mengeluarkan peringatan dini cuaca dalam rentang waktu 3 hingga 6 jam ke depan.
“Peringatan dini cuaca telah dilakukan sebanyak tiga kali pada 28 Maret 2026, mulai pukul 12.36 WIB hingga pukul 16.51 WIB,” ungkapnya.
Sejumlah upaya koordinasi juga telah dilakukan untuk merespons kejadian ini.
BMKG Jawa Barat berkoordinasi dengan Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Bandung serta jaringan relawan melalui WAG Posko Informasi Relawan Bencana.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi akibat cuaca ekstrem. Teguh menekankan pentingnya antisipasi terhadap berbagai dampak yang mungkin timbul.
“Kepada masyarakat dan instansi terkait agar waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologis seperti hujan lebat hingga sangat lebat dalam skala lokal serta angin kencang yang dapat mengakibatkan banjir, tanah longsor, pohon tumbang, serta kerusakan lainnya,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana untuk lebih berhati-hati. “Khusus untuk daerah bertopografi curam atau rawan longsor agar tetap waspada, terutama pada kejadian hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang terjadi selama beberapa hari berturut-turut,” katanya.
Sementara itu, warga di wilayah dataran rendah dan dekat aliran sungai diminta untuk mewaspadai potensi genangan hingga banjir. Selain itu, masyarakat juga diminta menghindari area dengan risiko tinggi saat angin kencang.
“Waspadai pohon, reklame, atau benda lain yang bisa roboh saat terjadi angin kencang,” tambahnya.
BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi.