Jajaran Kodim 1618/TTU Pekan Depan Mulai Bangun Jembatan Gantung di Desa Kiuola 
Edi Hayong March 28, 2026 08:19 PM

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon 

POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Kepala Desa Kiuola, Kecamatan Noemuti, Kabupaten TTU, Primus Rusae mengatakan, pekan depan dilakukan peletakan batu pertama pembangunan pembangunan jembatan gantung di desa ini.

Proses pembangunan jembatan gantung ini akan dilakukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) khususnya dari jajaran Kodim 1618/TTU. Saat ini tengah dilakukan persiapan-persiapan jelang hari H nanti.

Jembatan gantung itu, bakal dibangun melintasi Kali Noemuti yang selama ini menjadi momok menakutkan bagi masyarakat. 

Proses penggalian lubang titik pengecoran dan penimbunan material pasir dan batu telah dilaksanakan pada Sabtu, 28 Maret 2026. Masyarakat setempat antusias membantu pelaksanaan persiapan tersebut.

Baca juga: Banjir Bandang di Kali Noemuti TTU, Ratusan Pelajar di Desa Kiuola Batal ke Sekolah 

Menurut Primus Rusae, pembersihan lahan di sekitar lokasi pembangunan jembatan gantung sudah dilakukan oleh personel Kodim 1618/TTU dibantu warga setempat. 

Antusiasme masyarakat itu didorong oleh fasilitas yang selama ini mereka impikan akhirnya terjawab.

Mewakili masyarakat Desa Kiuola, Primus menyampaikan terima kasih kepada pemerintah melalui TNI yang akhirnya menjawab harapan masyarakat setempat. 

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada jurnalis yang selama ini menulis tentang keresahan warga setempat ihwal ketiadaan fasilitas jembatan itu.

"Rencananya, pekan depan Pak Danrem 161/Wira Sakti yang melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan jembatan gantung ini," ungkapnya.

Baca juga: Cegah Longsor, Pemdes Kiuola Gandeng OMK dan Masyarakat Tanam Anakan Bambu di Bantaran Kali Noemuti

Peletakan batu pertama itu, kata Primus, menandai dimulainya pembangunan jembatan gantung. Fasilitas ini bakal mendukung ratusan siswa-siswi SD, SMP dan SMA untuk pergi ke sekolah dengan baik tanpa rasa takut.

Ia menjelaskan, pembangunan jembatan gantung ini sangat membantu warga sejumlah di wilayah Kecamatan Noemuti. Warga Desa Seo, Noebaun, dan Kiuola memiliki lahan di sekitar wilayah ini.

Pembangunan jembatan gantung itu mempermudah mereka bepergian ke sawah. Selama ini masyarakat nekat menerjang derasnya banjir untuk pergi ke sawah.

Pada musim hujan, mereka terpaksa tidak pergi ke sawah. Pasalnya, banjir bandang menjadi kendala utama mereka melintasi kali itu.

Sebelumnya, Dandim 1618/TTU, Letkol Arm Didit Prasetyo, S. E melakukan survei langsung lokasi pembangunan jembatan gantung di Desa Kiuola, Kecamatan Noemuti, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), NTT, Jumat, 27 Maret 2026. 

Baca juga: Anggota DPRD TTU Minta Aktivitas Galian C di Kali Noemuti Dihentikan 

Saat kegiatan survei tersebut, Dandim 1618/TTU didampingi oleh Danramil 1618-01/Miotim, Pasi Ter, Kepala Desa, serta Babinsa Desa Kiuola.

Rencananya, TNI-AD melalui Kodim 1618/TTU bakal membangun jembatan gantung di atas Kali Noemuti. Kali tersebut yang melintas tepat di jantung Desa Kiuola.

Puluhan bahkan ratusan tahun, masyarakat setempat mengalami kesulitan saat musim hujan. Ketiadaan fasilitas jembatan menyebabkan masyarakat dua dusun di desa itu tidak dapat mengakses wilayah lain.

Pasalnya, satu-satunya jalan menuju ke ibukota kecamatan maupun ibukota Kabupaten TTU yakni melintasi kali tersebut. Banyak sekali Anak-anak di desa itu terpaksa tidak ke sekolah ketika hendak melintasi kali tersebut pada musim. 

Letkol Arm Didit Prasetyo mengatakan, kegiatan ini merupakan langkah awal sebelum dimulainya pembangunan. Selain itu sebagai bagian dari upaya mendukung percepatan pembangunan infrastruktur ini.

Baca juga: Kepala Bapenda Kabupaten TTU Sebut 9 Perusahaan Beroperasi di Kali Noemuti 

"Saya turun langsung melakukan pengecekan langsung kondisi medan, akses jalan, serta potensi titik penyeberangan yang selama ini digunakan warga," ungkapnya, Sabtu, 28 Maret 2026.

Survei dilakukan dengan meninjau kondisi geografis di aliran Sungai Kiuola. Sungai tersebut selama ini menjadi penghubung alami antara Desa Kiuola dan Desa Banfanu di Kecamatan Noemuti. 

Namun, keterbatasan sarana penyeberangan membuat aktivitas masyarakat menjadi terhambat, terutama saat musim hujan ketika debit air meningkat dan membahayakan keselamatan warga.

 Peninjauan dilakukan secara menyeluruh guna memastikan lokasi yang dipilih benar-benar layak dan strategis untuk pembangunan jembatan gantung. 

Dalam survei itu, direncanakan pembangunan jembatan gantung (perintis) sepanjang kurang lebih 80 meter yang akan membentang di atas Sungai Kiuola. 

Baca juga: Aktivitas Galian C di Kali Noemuti Meresahkan, Polres TTU Minta Klarifikasi Enam Perusahaan Tambang 

Jembatan ini diharapkan mampu menghubungkan secara langsung Desa Kiuola dan Desa Banfanu. Selain itu langkah ini diharapkan bisa memperpendek jarak tempuh serta mempermudah akses antarwilayah.

 Letkol Arm Didit menerangkan, pembangunan jembatan gantung ini adalah upaya TNI AD mendukung aktivitas masyarakat. 
Ia menegaskan bahwa rencana pembangunan jembatan sepanjang kurang lebih 80 meter di Desa Kiuola diharapkan dapat memberikan akses yang aman, terutama bagi anak-anak sekolah serta mobilitas warga desa. 

"Keberadaan jembatan ini nantinya akan mempermudah dan memperlancar perputaran ekonomi masyarakat setempat. Pembangunan jembatan gantung ini merupakan bentuk nyata kepedulian TNI AD dalam membantu pemerintah daerah meningkatkan konektivitas wilayah pedesaan," ungkapnya. (bbr)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.