Renungan Harian Kristen Hari Ini Minggu 29 Maret 2026, Markus 15:1–2
Ventrico Nonutu March 29, 2026 01:46 AM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Berikut ini merupakan renungan harian Kristen hari ini Minggu 29 Maret 2026.

Pembacaan Alkitab terdapat di Markus 15:1–2.

(1) Pagi-pagi benar imam-imam kepala bersama tua-tua dan ahli-ahli Taurat dan seluruh Mahkamah Agama sudah bulat mupakatnya. Mereka membelenggu Yesus lalu membawa-Nya dan menyerahkan-Nya kepada Pilatus. 

(2) Pilatus bertanya kepada-Nya: ”Engkaukah raja orang Yahudi?” Jawab Yesus: ”Engkau sendiri mengatakannya.”

Khotbah:

YESUS KRISTUS TAK GENTAR DI HADAPAN PILATUS

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,

Dalam hidup ini, kita sering diperhadapkan dengan persoalan dan pergumulan karena berbagai situasi dan kondisi.

Salah satu pergumulan yang kita hadapi adalah banyaknya praktik ketidakadilan yang dilakukan oleh penguasa atau pemimpin.

Firman hari ini memperlihatkan bagaimana Yesus Kristus diadili secara tidak adil oleh pemimpin-agama dan kemudian diserahkan kepada Pilatus.

Ayat 1 mengatakan bahwa pagi-pagi benar para pemimpin agama, Imam-imam kepala, tua-tua dan ahli-ahi Taurat dan seluruh Sanhedrin berkumpul dan sepakat untuk menghukum Yesus Kristus.

Mereka menyerahkan-Nya kepada Pilatus karena hanya pemerintah Romawi yang berwenang menjatuhkan hukuman mati kepada seseorang.

Pilatus bertanya kepada Yesus Kristus: “Engkaukah Raja Orang Yahudi?”

Pertanyaan Pilatus kepada Yesus Kristus bersifat poltis.

Ia menjawab: Engkau sendiri mengatakannya.

Jawaban Yesus Kristus tidak seperti yang diharapkan baik oleh Pilatus maupun imam-imam kepala.

Sehingga imam-imam kepala mengajukan lebih banyak tuduhan terhadap-Nya.

Yesus Kristus tidak menjawab apa-apa lagi, sehingga membuat Pilatus menjadi heran.

Pilatus heran karena biasanya terdakwa umumnya berusaha membela diri, tapi Ia diam sebab konsep-Nya tentang Raja orang Yahudi tidak bersifat politis.

Bagi Yesus Kristus konsep raja orang Yahudi berkaitan dengan Mesias yang menderita.

Selanjutnya, Ia menyerahkan diri sepenuhnya kepada kehendak Bapa.

Ia diam menunjuk pada ketaatan dan penyerahan total-Nya kepada Tuhan Allah.

Yesus menggenapi apa yang tertulis dalam Yesaya 53:7,Seperti Domba yang dibawa ke pembantaian, Ia tidak membuka mulut-Nya.

Para pemimpin Yahudi merancangkan dan memutuskan kematian Yesus Kristus dengan cara penyaliban.

Mereka berupaya menyingkirkan-Nya dengan berbagai intrik, yang manipulatif dan provokatif.

Mereka merencanakan, melakukan persekusi dan bertindak memutarbalikan fakta hukum untuk membunuh Yesus Kristus yang tidak bersalah.

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,

Firman hari ini mengajarkan kepada kita untuk tidak tergoda merancangkan dan melakukan kejahatan yang menghancurkan kehidupan orang lain yang tidak bersalah karena iri hati, cemburu dan dengki.

Janganlah menghalalkan segala cara atau mengorbankan keluarga, teman, saudara untuk mencapai tujuan.

Kita dipanggil untuk terus hidup dalam kebersamaan yang membangun hal-hal yang positif dan berguna bagi sesama.

Bukan berkonspirasi pada hal-hal yang jahat dan tidak berguna, sehingga menimbulkan masalah bahkan menambah masalah dalam kehidupan pelayanan.

Kita harus berani menyuarakan kebenaran dan keadilan di tengah kehidupan keluarga, jemaat dan bermasyarakat. Amin.

Doa:

Ya Tuhan Allah, terima kasih karena Anak-Mu rela menjalani pengadilan yang tidak adil untuk keselamatan kami.

Ajar kami untuk tetap setia melakukan kebaikan dan menjadi berkat bagi orang lain. Amin.

(TribunManado.co.id/DodokuGMIM)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.