Aburizal Bakrie Kenang Sosok Mendiang Juwono Sudarsono: Sangat Rendah Hati dan Sopan
Febri Prasetyo March 29, 2026 02:38 AM


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Politikus senior Partai Golkar Aburizal Bakrie mengenang almarhum mantan Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono sebagai sosok yang sangat rendah hati dan santun dalam berinteraksi. 

Aburizal mengaku telah lama mengenal Juwono, mulai dari masa almarhum masih aktif sebagai akademisi hingga akhirnya sama-sama mengabdi sebagai menteri di dalam kabinet Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Saya mengenal Pak Juwono lama sekali, dari beliau sebagai dosen, dan beliau sebagai menteri bersama sama di dalam kabinet, beliau orangnya itu sangat rendah hati dan sangat sopan, berbicaranya sangat kalem dan baik sekali orangnya," kata Ical, sapaan karibnya, saat ditemui di rumah duka, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Sabtu (28/3/2026).

Menurut dia, Juwono memiliki karakter yang sangat tenang, terutama dalam bertutur kata. Hal itulah yang membuat almarhum sangat dihormati oleh rekan-rekan sejawatnya.

"Kami tentunya sangat bersedih bahwa beliau meninggalkan, tapi itu adalah takdir daripada Allah Swt. yang kita harus terima, mudah mudahan Pak Juwono karena beliau orang baik diterima di tempat terbaik di sisi Allah Swt.," ujar Ical. 

Mantan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat ini mengaku sudah lama tak bertemu dengan Juwono. Namun, ia menyaksikan sosoknya yang sangat baik.

"Baik sekali orangnya, benar-benar baik, bukannya memuji karena beliau meninggal, tapi memang karena orangnya memang demikian," ungkap Ical.

POTRET JUWONO SUDARSONO - Eks Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono meninggal dunia di RS Pondok Indah, Jakarta Selatan, Sabtu (28/3/2026). Jenazahnya akan dimakamkan di TMP Kalibata Minggu besok.
POTRET JUWONO SUDARSONO - Eks Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono meninggal dunia di RS Pondok Indah, Jakarta Selatan, Sabtu (28/3/2026). Jenazahnya akan dimakamkan di TMP Kalibata Minggu besok. (HO/IST)

Juwono Sudarsono terkena stroke

Juwono Sudarsono meninggal dunia pada usia 84 tahun di Rumah Sakit Pondok Indah Jakarta Selatan pada Sabtu siang, (28/3/2026). Ia meninggal dunia setelah berjuang melawan sakit stroke.

Rencananya, jenazah almarhum akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, pada Minggu (29/3/2026).

Putra sulung Jowono Sudarsono, Vishnu Juwono, mengatakan ayahnya menderita penyakit stroke selama empat tahun terakhir.

Baca juga: Hendropriyono Kenang Mantan Menhan Juwono Sudarsono: Sipil yang Berjiwa Militan

"Sakitnya sudah lama, sebenarnya sudah berlangsung 4 tahun. Beliau menderita sakit stroke keempat," kata Vishnu ketika ditemui di rumah duka di kawasan Pondok Indah, Jakarta, Sabtu malam.

Ia mengatakan sakit stroke yang diderita ayahnya itu membuat Juwono tidak pernah muncul ke publik selama beberapa tahun terakhir karena fokus pada penyembuhan.

"Tetapi sepertinya takdir Allah Subhanahu Wa Ta'ala mengatakan lain, sehingga beliau dipanggil oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala hari ini," ucapnya.

Profil Juwono Sudarsono

Juwono Sudarsono adalah anak Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Sudarsono pada Kabinet Sjahrir II.

Ia lahir di Ciamis, Jawa Barat, pada 5 Maret 1942.

Ia memiliki istri yang bernama Priharumastinah Juwono. Pasangan ini dikaruniai dua orang anak, salah satunya bernama Vishnu Juwono.

Karier Juwono telah malang melintang di pemerintahan tanah air.

Berbekal pendidikan yang mentereng, Juwono tercatat pernah Wakil Gubernur Lemhanas, Menteri Negara Lingkungan Hidup Kabinet Pembangunan VII (1998), dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Kabinet Reformasi (Mei 1998-Oktober 1999).

Selain itu, ia juga sempat menjabat sebagai Menhan Kabinet Persatuan Nasional (Oktober 1999-Agustus 2000), Duta Besar Republik Indonesia untuk Britania Raya (12 Juni 2003-Oktober 2004), dan Menteri Pertahanan Kabinet Indonesia Bersatu (21 Oktober 2004-20 Oktober 2009).

Juwono juga pernah menjadi Guru Besar Ilmu Hubungan Internasional Universitas Indonesia (UI).

Dalam pendidikannya, Juwono Sudarsono menempuh studi di Universitas Indonesia; The Institute of Social Studies, Den Haag, Belanda; The University of California at Berkeley, Amerika Serikat; dan The London School of Economics, Inggris.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.