TRIBUNPADANG.COM, TANAH DATAR - Kabar gembira bagi pecinta budaya dan fotografi di Sumatera Barat. Event tradisi kebanggaan masyarakat Minangkabau, Pacu Jawi, resmi kembali menyapa.
Dilansir dari unggahan media sosial resmi @tanahdatartourism dan Pokdarwis Pariangan pada Minggu (29/3/2026), perhelatan kali ini dipastikan akan berlangsung sangat meriah dan berbeda dari biasanya.
Bukan tanpa alasan, pelaksanaan Pacu Jawi kali ini bertepatan dengan momentum sakral di Nagari Sawah Tangah, Kabupaten Tanah Datar.
Event balapan sapi di atas lumpur ini dipusatkan di Sawah Banda Bawah, Jorong Monas, Nagari Sawah Tangah, Kecamatan Pariangan, Kabupaten Tanah Datar.
Kecamatan Pariangan sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu desa terindah di dunia, sehingga menambah daya tarik wisatawan yang ingin berkunjung.
Baca juga: Update Harga Pangan Solok Selatan Akhir Maret 2026, Harga Cabai Rawit Meroket ke Rp 40.800 per Kg
Ada hal yang membuat Pacu Jawi kali ini terasa sangat istimewa. Pelaksanaannya dilakukan dalam rangka memeriahkan acara Batagak Panghulu di Nagari Sawah Tangah.
Batagak Panghulu merupakan upacara adat besar di Minangkabau untuk meresmikan seorang penghulu atau pemimpin adat dalam suatu suku.
Biasanya, Pacu Jawi identik dengan hari Sabtu. Namun, khusus untuk pembukaan kali ini, panitia menyelenggarakannya pada hari Rabu, 25 Maret 2026.
Bagi wisatawan yang tidak sempat hadir pada saat pembukaan, jangan khawatir. Panitia telah menyusun jadwal rutin setiap akhir pekan.
Berdasarkan rilis resmi, Pacu Jawi akan terus berlanjut pada setiap hari Sabtu sepanjang akhir Maret hingga pertengahan April 2026.
Baca juga: Waspada KLB di Sijunjung, Pemerintah Nagari Koto Tuo Gelar Imunisasi Campak Massal di Pasar
Untuk mempermudah agenda perjalanan Anda, berikut adalah rincian tanggal pelaksanaan Pacu Jawi di Sawah Tangah:
Pacu Jawi bukan sekadar olahraga tradisional, melainkan magnet bagi turis asing dan fotografer profesional.
Aksi joki yang memacu sepasang sapi sambil menggigit ekor di tengah kubangan lumpur menjadi atraksi yang sangat dinanti-nantikan untuk diabadikan.(*)