Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Angka kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di Lampung Tengah tertinggi selama arus mudik hingga balik Lebaran 2026. Predikat tertinggi tersebut dari sejumlah daerah lainnya yang ada di Provinsi Lampung.
Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun mengatakan bahwa kecelakaan yang terjadi di Lampung Tengah didominasi sepeda motor.
Menurut dia ada sebanyak 14 kejadian kecelakaan lalu lintas selama mudik-balik Lebaran atau Operasi Ketupat Krakatau 2026 di Lampung Tengah.
"Lamteng tertinggi lakalantas tersebut karena posisi Lampung Tengah sebagai jalur lintas utama bagi pemudik," kata Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, Minggu (29/3/2026).
Apa lagi Lampung Tengah menjadi jalur vital baik dari arah Jakarta maupun Sumatera Selatan.
Baca juga: Polda Lampung Klaim Lakalantas Turun 16 Persen selama Operasi Ketupat Krakatau 2026
"Kecerobohan pengemudi dalam menjaga jarak aman dan saat menyalip masih menjadi faktor utama penyebab lakalantas di jalur tersebut,"tuturnya.
Diambahkan Kombes Pol Yuni, secara keseluruhan di Provinsi Lampung angka kecelakaan lalu lintas turun selama periode Operasi Ketupat Krakatau 13-25 Maret 2026.
Penurunan itu, lanjut dia, mencapai 16 persen dari tahun 2025 sebanyak 64 kasus menjadi 54 kasus di tahun 2026.
"Kami mencatat tren positif dalam penanganan arus mudik dan balik selama Operasi Ketupat Krakatau (OKK) 2026 dengan penurunan 16 persen," ujarnya.
Yuni mengungkapkan bahwa penurunan drastis lakalantas tersebut merupakan hasil dari strategi matang di lapangan.
Meskipun korban yang meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas (lakalantas) tersebut ada sebanyak 13 jiwa atau naik dari tahun lalu hanya 11 orang.
Keberhasilan menekan angka lakalantas ini tidak lepas dari pengawasan real time yang dilakukan pihak kepolisian.
"Setiap jam kasatlantas harus melakukan live report untuk melaporkan perkembangan situasi di titik-titik kepadatan pengemudi kendaraan," kata Yuni.
Ditlantas Polda Lampung juga mengerahkan Satgas Kamseltibcarlantas untuk memberikan imbauan secara langsung.
Serta meluncurkan inovasi digital melalui aplikasi Siger Lampung Presisi agar masyarakat dapat memantau titik keramaian secara mandiri.
Yuni menekankan terkait pentingnya memanfaatkan fasilitas pos pengamanan dan rest area yang telah disediakan.
"Seperti Pos Gayam, Pos Ekspo, serta berbagai rest area di jalur tol mulai dari KM 20B hingga 49B," kata Yuni.
Polisi mengimbau kepada masyarakat yang akan balik ke Pulau Jawa dan jika merasa mengantuk lebih baik parkir dan istirahat dahulu.
"Kami menyediakan fasilitas di jalur arteri maupun tol agar masyarakat tidak mengemudi dalam kondisi lelah," kata Yuni.
Pengendara mengemudi dalam kondisi lelah dapat membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain.
"Hingga saat ini, titik-titik krusial seperti lintas timur dan lintas tengah tetap menjadi perhatian utama petugas guna memastikan keamanan dan kelancaran lalu lintas bagi seluruh pemudik," kata Yuni. (Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)