Alasan Disuruh Bos, Pekerja Rumah Makan di Tebingtinggi Bawa Kabur Sepeda Motor Nenek Pedagang Bunga
Ayu Prasandi March 29, 2026 06:27 PM

TRIBUN-MEDAN.com, TEBINGTINGGI- Niat baik memberikan pinjaman sepeda motornya, seorang wanita paruh baya di Kota Tebingtinggi malah mendapatkan nasib nahas.

Pasalnya, sepeda motor jenis matic yang sebelumnya dipinjamkan oleh Yenita kepada seorang pria tak kunjung kembali alias dibawa kabur. 

Diungkapkan Yenita, awalnya sepeda motornya dipinjam oleh seorang pria yang ia kenal merupakan pekerja rumah makan di samping tempat ia berjualan bunga di Jalan Pemuda Pejuang, Kota Tebingtinggi, pada Rabu (25/3/2026) kemarin.

Ia mengaku, saat itu pemuda yang dikenal dengan panggilan Dedek tersebut berniat meminjam sepeda motornya dengan alasan ada keperluan mengambil peralatan untuk membersihkan rumah makan tempat ia bekerja. 

"Pertama dia mau pinjam ambil alat untuk bersihkan dalam rumah makan itu, karena bosnya kan lagi mudik, jadi sebelum buka mau dibersihkan dulu," ujar Yenita, Minggu (29/3/2026). 

Dijelaskan Yenita, awalnya ia tidak ingin meminjamkan sepeda motornya karena memang tak terlalu mengenal pelaku dengan baik.

Namun, dirinya mengatakan karena ia membawa nama adik dari pemilik rumah makan di samping tempat ia biasa berjualan bunga, ia sedikit percaya. 

"Kalau dia (pelaku) kerja di situ sekitar dua bulan inilah, kalau kenal kali sih enggak. Cuma karena dia ngakunya disuruh bosnya ya saya kasih, karena saya kenal sama bosnya," katanya. 

Awalnya, ia mengaku tak menaruh curiga karena setelah pelaku membawa sepeda motornya dengan plat nomor BK 3407 NAZ itu tak lama ia kembali.

Namun, saat itu sepeda motornya tak langsung dikembalikan dengan alasan ia akan pergi lagi karena masih disuruh oleh bosnya membawa kertas nasi dari warung tersebut. 

"Karena sudah pulang, saya minta sepeda motor saya cuma dia mau pergi lagi katanya," ucapnya. 

Akhirnya setelah beberapa jam sejak sekitar pukul 15.00 WIB pelaku meminjam sepeda motor tersebut ia tak kunjung kembali. Karena curiga, Yenita mengaku sempat memberi kabar kepada anak dan beberapa orang kerabatnya untuk mencoba mencari sepeda motornya. 

Namun, hingga malam percobaan mencari sepeda motornya yang dibawa oleh pelaku tak membuahkan hasil.

Alhasil, ia menghubungi adik dari pemilik rumah makan tempat pelaku berkerja karena saat meminjam sepeda motor Yenita pelaku mengaku sempat disuruh oleh adik pemilik rumah makan tersebut. 

Setelah dikonfirmasi, ternyata adik dari pemilik rumah makan tersebut mengaku tidak ada menyuruh pelaku. Karena curiga, adik pemilik rumah makan tersebut langsung mengecek pelaku ke kontrakannya di kawasan Jalan Bulian. 

"Itulah saya kasih kabar karena katanya dia yang nyuruh, tapi kata adik yang punya rumah makan itu enggak ada dia nyuruh. Pas dicek ke kosannya, rupanya sudah enggak ada dia di sana, bajunya juga sudah enggak ada," katanya. 

Usai mendapat kabar tersebut, wanita yang sudah puluhan tahun berjualan bunga ini mengaku langsung lemas.

Dengan artian, sepeda motor miliknya sudah pasti dibawa kabur oleh pelaku karena semua barang milik pelaku juga sudah tak ada lagi di kontraknya. 

"Sudah dicek ke sana, semua barangnya sudah enggak ada. Lemas lah langsung, sudah pasti lari dia," ungkapnya. 

Atas kejadian ini, Yenita mengaku ia sudah membuat laporan ke Polres Tebingtinggi pada Jumat (27/3/2026) kemarin. Dirinya berharap kepada Satreskrim Polres Tebingtinggi, agar bisa mengungkap kasus penggelapan yang dialami oleh wanita berusia 61 tahun ini.

(mns/tribun-medan.com) 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.