Pdt Nontje Awuy Beri Pesan untuk Jemaat GMIM Exodus Watutumou II Minut di Momen HUT ke-17
Chintya Rantung March 29, 2026 09:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Jemaat Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Exodus Watutumou II, Wilayah Kalawat Satu, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-17 dengan penuh khidmat dan kemeriahan pada Minggu (29/3/2026).

 Perayaan syukur ini ditandai dengan nuansa budaya yang sarat makna.

​Ibadah syukur yang bertepatan dengan penghayatan Minggu Sengsara VI ini dipimpin langsung oleh Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM Pdt Adolf Katuuk Wenas. Dalam khotbahnya yang didasari pada Markus 15:1-15.

Pdt. Adolf mengingatkan jemaat untuk konsisten menjadi pembawa damai dan berani menyuarakan kebenaran.

​“Jangan jemu-jemu berbuat baik. Kita harus berani menyuarakan kebenaran dan keadilan. Jangan berkonspirasi pada hal jahat yang hanya akan menambah masalah dalam pelayanan,” tegas Pdt. Adolf di hadapan jemaat.

​Ketua BPMJ GMIM Exodus Watutumou II Pdt. Nontje Awuy, menyampaikan bahwa momentum usia ke-17 ini selaras dengan tema besar yang diusung jemaat, yakni: "Berakar dalam Kristus, bertumbuh menjadi kuat, berbuah dengan lebat, berlimpah dengan syukur" (Kolose 2:6-7).

​Pdt Nontje berharap jemaat yang kini terdiri dari 13 kolom dengan 232 kepala keluarga ini semakin dewasa dalam iman.

"Harapannya, jemaat makin memiliki kualitas iman yang bersinar dalam Kristus untuk terus menjadi corong bagi kemuliaan-Nya. Menjadi media kesaksian yang berdampak, bukan hanya bagi jemaat lokal tetapi juga bagi dunia," ujarnya.

​Simbol Persatuan dalam Pakaian Adat

​Pemandangan berbeda terlihat pada barisan Pelayan Khusus (Pelsus). Jika biasanya identik dengan setelan formal, kali ini para Pelsus tampil mengenakan beragam pakaian adat nusantara, mulai dari busana adat Minahasa, Nusa Utara, hingga Tionghoa.

​Ketua Panitia Hari-hari Raya Gerejawi (H2RG) Fence Gereta, menjelaskan bahwa tema pakaian adat ini dipilih sebagai simbol kuat dari harmoni di tengah jemaat yang heterogen. “Tema ini bertujuan mempererat tali persaudaraan dan menunjukkan bahwa dalam perbedaan budaya, kita tetap satu dalam bingkai pelayanan,” jelas Fence.

​Turut hadir dalam perayaan tersebut, Bupati Minahasa Utara Joune Ganda bersama jajaran Pemkab Minut. Dalam sambutannya, Bupati Joune mengajak jemaat untuk terus menghargai sejarah berdirinya gereja dan niat mulia para pendiri.

​"Usia 17 tahun tergolong muda, namun semangat para pendiri harus terus membakar semangat kita untuk membangun gereja jangka panjang. Saya yakin jemaat di sini semua merencanakan kebaikan," kata Joune.

​Selain aspek spiritual, Bupati juga mengingatkan jemaat untuk waspada terhadap kondisi global yang tidak menentu.

Ia mendorong masyarakat untuk mulai mandiri secara pangan dengan memanfaatkan lahan pekarangan rumah.

"Meski halaman rumah kecil, mulailah menanam kebutuhan sehari-hari sebagai langkah antisipasi situasi yang sewaktu-waktu bisa berubah," pesannya.

​Perayaan HUT ke-17 ini juga dimeriahkan dengan berbagai lomba yang telah dilaksanakan sebelumnya.

Dalam rangkaian ibadah dibacakan sejarah gereja yang dihadiri oleh para pendeta yang pernah melayani di masa lalu dan tokoh-tokoh pendiri jemaat.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.