Dua Tahun Dicueki Pemkab Tana Toraja, Warga Marinding Gotong Royong Bersihkan Longsoran
Imam Wahyudi March 29, 2026 09:37 PM

TRIBUNTORAJA.COM, MAKALE - Warga Kampung Lo’ko’ Lumbang, Lembang (Desa) Marinding, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja, Sulsel, gotong royong memperbaiki jalanan di kampungnya. 

Selama dua hari, Jumat-Sabtu (27-28/3/2026), puluhan warga, mulai dari orang tua, pemuda, hingga ibu-ibu, kerja bakti mengeruk material longsor yang telah dua tahun lebih menutup akses jalan menuju kampung mereka.

Jalan yang tertutup longsor ini merupakan jalur yang menghubungkan To’buangin dengan Batualu atau Songgo. 

Aksi tersebut bentuk kekecewaan terhadap Pemkab Tana Toraja yang abai terhadap kesulitan mereka.

Warga bosan dan lelah menunggu tindakan nyata dari pemerintah daerah.

Akibat longsor sepanjang kurang lebih 300 meter yang terjadi hampir dua tahun lalu, mobilitas warga terganggu.

Pantauan Tribun Toraja di lokasi, Sabtu (28/3/26), warga bekerja penuh semangat memindahkan material longsor.

Mereka hanya bermodalkan alat-alat sederhana seperti sekop, cangkul, dan gerobak dorong.

Suasana gotong royong sangat kental terasa. 

Terlihat warga membagi tugas, para laki-laki dewasa mengeruk tanah merah di sepanjang jalur longsor dan memindahkannya ke pinggir bahu jalan untuk memperlebar jalur yang bisa dilewati. 

Sebagian lainnya bertugas memahat batu-batu besar yang timbul ke permukaan jalan agar tidak membahayakan kendaraan.

Ranlianus Tandepadang, salah satu warga setempat, mengatakan tindakan tersebut terpaksa diambil demi kelangsungan hidup warga yang bergantung pada jalur tersebut.

Selama dua tahun lebih jalan ini terbengkalai, warga harus menanggung risiko bertaruh nyawa setiap kali melintas di jalur yang tertutup material tanah dan batang kayu besar tersebut. 

Saat musim kemarau, warga nekat menggali material secara manual agar setidaknya sepeda motor bisa melintas.

Namun, saat hujan turun, jalur ini kembali menjadi jalur berbahaya karena kondisi tanah yang menjadi sangat licin..

Penderitaan warga tidak berhenti di situ. 

Selain jalan, longsor yang terjadi dua tahun lalu juga menimbun sebagian kebun milik warga.

Kekecewaan mendalam dirasakan warga karena selama dua tahun lamanya, harapan mereka untuk mendapatkan perbaikan dari pemkab sia-sia.

“Kami berharap pemerintah segera memperhatikan jalan ini. Ini jalan utama dan jalur pendek warga menuju Pasar Ge’tengan dan Batualu,” ujar Ranlianus.

Meskipun warga telah berusaha membukanya kembali dengan alat seadanya, kondisi jalan tersebut masih jauh dari kata layak dan aman.(*)  

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.